Tuesday, July 25, 2017

siapa ahlussunnah wal jama'ah ..... ?

siapa ahlussunnah wal jama'ah ..... ?
            Segala puji bagi allah yang telah menjadikan kita termasuk golongan yang berpegang teguh dengan tali yang kuat [agama islam] dan yang telah menyelamatkan kita untuk tidak terbujuk dengan propaganda yang dilakukan oleh orang orang yang tersesat
            sholwat serta salam semoga tetap tercurah lipmpahkan pada junjungan kita nabi muhammad SAW yang suci hati maupun fisiknya. dan juga para keluarga serta sahabatnya yaitu orang orang yang tenggelam dalam samudra yang penuh dengan rasa ittiba' pada nabinya
            Saya telah mengarang sebuah risalah yang saya beri nama kawaib al-lama'ah untuk menjelaskan siapa yang di maksud dengan ahlussunnah wal jama'ah. risalah ini telah di akui oleh orang orang ahlussunnah dan mereka juga sangat senag sekali bahkan mereka percaya dengan adanya risalah ini mereka akan mendapatkan apa yang telah menjadi angan angan mereka.
            Dan pernah sebagian tokoh ulama' ahlussunnah mengadakan sebuah pertemuan guna untuk mentashih dan mengoreksi risalah ini. dan itu diadakan di kota denanyar jombang pada akhir tahun 1383 hijriah
            karna risalah ini merupakan risalah yang kecil dan ringkas, terkadang sebagian isinya terasa tak jelas oleh sebagian orang. dan mereka pun terkadang kesulitan memehaminya sehingga mereka saling bertanya dan berdiskusi satu sama lain, akhirnya saya berkeinginan untuk membantu mereka dari keadaan semacam ini dan menunjukkanmereka pada pemahaman yang jelas.
            saya tulis risalah yang sangat ringkas ini di sebelah risalah yang akan menyempurnakannya, menjelaskan apa yang dimaksud dan memudahkan yang terasa sulit. semoga risalah ini di terima oleh orang orang yang benar benar cinta akan agama, sehingga bisa bermanfaat khususnya bagi saya nanti dihari yang sangat di butuhkan serta penuh dengan kesengsaraan yaitu hari kiamat.
            dari sini saya akan memulai apa yang menjadi tujuan saya dengan pertolongan allah SWT tuhan semesta alam :
[bismillahirrohmanirrohim segala puji bagi allah yang telah menjadikan kita sebagai golongan yang biusa mendengar dan ta'at] yaitu orang orang yang ketika memperoleh keputusan atau hukum dari allah dan rasulnya mereka berkata : kami mendengar dan kami mematuhunya, bukan orang orang yang memperoleh keputusan atau hukum dari allah dan rasulnya namun mereka berkata : kami mendengar tapi kami tidak mau mematuhinya.
            [dan yang telah menolong kita untuk selalu mengikuti sunnah sunnah nabi dan menetap disebuah jama'ah] maksudnya yang telah memberi kita kemampuan untuk bisa mengikuti sunnah nabi muhammad SAW dan juga para kholifah setelah beliau. inilah yang diwasiatkan oleh nabi dalam sebuah hadistyang di riwayatkan oleh al-irbadh bin sariyyah, beliau berkata :  rasulullah pernah memberi nasehat pada kami, sebuah nasehat yang membuat hati kami merasa takut dan meneteskan air mata. kamipun berkata pada beliau, wahai rasulullah sungguh nasehatmu seperti orang yang ingin berpamitan. rasulullah berkata pada kami : aku berpesan pada kalian semua untuk selalu bertakwa kepada allah serta mendengar dan mentaati perintahnya dan seandainya kalian dipimpin oleh seseorang dari golongan kalian sendiri dan kalian melihat banyak sekali perpecahan dan perbedaan maka ikutilah sunnahku dan sunnah para khulafa'urrosyidin, peganglah ini sekuat orang yang menggigit dengan gigi gerahamnya. dan takutlah kalian akan orang orang yang membuat hal baru (bid'ah) dalam agama, karna setiap hal baru atau bid'ah itu sesat.
            Imam nawawi berkata : saya meriwayatkan hadist ini dalam kitab sunan abi dawud dan tirmidzi bahkan imam tirmidzi mengatakan hadist ini hasan dan juga shohih.
            dan segala puji bagi allah yang telah memberikan kita kemampuan untuk selalu berada dalam sebuah golongan dari beberapa golongan perpecahan umat ini yaitu satu golongan yang selamat yang telah di sabdakan oleh nabi muhammad SAW.
            "orang orang yahudi terpecah menjadi 71 golongan, satu golongan masuk surga      dan yang lainnya masuk neraka, orang nasrani terpecah menjadi 72 golongan    yang 71 golongan masuk neraka dan yang satu masuk  surga. demi dzat yang             hidupku berada di genggamannya, sungguh umatku akan terpecah menjadi 73     golongan, satu golongan masuk surga dan yang lainnya masuk neraka. kemudian     ada             yang bertanya : siapakah mereka (satu golongan yang masuk surga)   wahai rasulullah ?. beliau menjawab : golongan (besar)"
hadist ini diriwayatkan oleh imam ibnu majah dari auf bin malik ra. saya katakan yang di maksud "mereka " pada hadist nabi yang berbunyi "siapa mereka ?" adalah, satu golongan yang masuk surga, karna memandang hadist lain yang diriwayatkan oleh imam ibnu majah dari shahabat anas bin malik, beliau berkata :
            rasulallah SAW bersabda : sesungguhnya bani isroil akan terpecah belah menjadi    71 golongan dan umatku akan terpecah menjadi 72 golongan, semuanya masuk             neraka kecuali satu golongan yaitu golongan besar.
            [Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain allah, tuhan yang maha esa. bersaksi merupakan bekal utama] bagi orang orang yang berharap bisa bertemu adengan tuhannya. dan juga merupakan [modal terbaik] bagi orang orang yang berharap mendapatkan pahala.
            [Dan saya juga bersaksi bahwa nabi muhammad adalah dan utusan allah yang telah mengharuskan kita untuk selalu mengikutinya] dalam semua hal selain hal hal yang menjadi khususiyah bagi nabi.
[sholawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan kita nabi muhamma SAW yang telah diberiu keistimewaan olah allah, memiliki syafaat terbesar] yaitu syafaat untk memutuskan sebuah keputusan. dan itu merupakan derajat atau tingkatan paling tinggi yang akan selau di puji oleh orang orang terdahulu bahkan sampai orang orang paling akhir. (dan juga semoga selalu terlimpahkan pada keluarga ,shahabat ,golongan dan para pengikut beliau )sam pai haari kiamat .
            syeh ahmad abul fadl , beliau lahir di sedan dan hidup di suaidan tepatnya di senori ,salah satu desa yang ada di tuban, putra dari syeh abdul syakur yang juga lahir di sedan dan wafat di suaidan. semoga allah selalu memberikan keselamatan pada beliau dari sergala keburukan yang dapat yang menyebabka kegelapan dan kesesatan.    [beliau syeh ahmad abul fadl bin abdussakur pernah berkata hari ini orang muslim telah terpecah belah] menjadi beberapa golongan dan ini menjadi bukti akan kebenarandari hadist yang telah saya sebutkan tadi di awal muquddimah
[dan setiap golongan] dari golongan golongan itu [mengaku bahwa dialah golongan yang mengikuti sunnah nabi sedangkan yang lainnya menurut mereka adalah golongan yang selalu melakukan kebidahan dan setiap golongan tersebut merasa bangga] dengan aqidah dan amaliyah yang mereka miliki. mereka berkeyakinan, merekalah yang benar.
[dan tiap golongan tersebut berbangga diri dengan pendapat mereka dan memerintah kan semua orang untuk tunduk pada mereka, meyakini apa yang mereka yakini dan mengetahui apa yang mereka ketahui]
            inilah yang selalu mereka lakukan [hingga pada akhirnya ahlussunnah wal jama'ah menjadi tidak jelas menurut sebagian besar umat manusia]. karna ketidak tauan mereka. [mereka pun sebenarnya bertanya tanya apa sebenarnya ahlussunnah wal jama'ah ?] oleh karna itu saya ingin melihat umat islam dengan pandangan yang penuh dengan kasih sayang, mungkin dengan menjelaskan masalah yang penting ini kepada mereka (orang orang yang lebih mengitamakan agama dari pada yang lain) dan menjelaskan fenomena yang telah terjadi ini, dapat menyelamatkan mereka dari segala sesuatu yang bisa menghancurkan mereka yaitu menjadi tidak jelasnya mana yang salah dan mana yang benar karna ulah yang dilakukan orang orang yang tak berilmu dan juga banyaknya kebid'ahan yang menyebabkan kegelapan dan kesesatan.
NB :Bid'ah adalah sesuatu yang baru yang terjadi setelah wafatnya rasulullah dengan mengatasnamakan agama namun tidak sesuai dengan al-qur'an dan hadist, meskipun dengan memakai metode mafhum ataupun qiyas.
             saya mengarang risalah kecil ini dan saya beri dia nama kawakkib al-lama'ah yang isinya menjelaskan tentang haqiqat sebenarnya ahlussunnah wal jama'ah.dan saya selalu memohon kepada allah untuk senantiasa memberikan taufiqnya agar saya bisa mewujudkan apa yang saya inginkan. dan saya juga berharap, allah selalu memberikan pertolongan kepada saya untuk bisa menyempurnakannya. serta memberikan petunjuk untuk melakukan kebenaran. dan semoga bisa menyampaikan isinya dengan baik sehingga dapat difaham oleh orang orang yang mempelajari dan membacanya. inilah permulaan dari apa yang saya maksud. semoga allah selalu menuntun kita melakukan apa yang di cintai dan di ridlohinya. aaamiiiiinnn.
PENDAHULUAN
Tambahan :dalam bahasa rab lafadz مقدمة  memliki dua bacaan dengan dua arti yang sedikit berbeda
1. ketika dibaca مُقَدِّمَةٌ berarti lafadz tersebut berasal dari lafadz قَدَّمَ   yang hukumnya ladzim dan berma'na  تَقَدَّمَ  yang artinya ini adalah masalah masalah terdahulu dan berada di depan pokok pembahasan
2. ketika dibaca  مُقَدَّمَةُ  berarti lafadz tersebut berasal dari lafadz  قدّم  yang mutaaddi dan artinya adalah ini adalah masalah masalah yang di dahulukan dari pokok pembahasan yang bisa diambil manfaat untuk pokok pembahsan tersebut
            [ketahuilah] wahai saudaraku tercinta dan juga para pelajar dan pembaca [dimasa rasulullah SAW.orang orang muslim berkumpul dan bersatu menjadi satu dalma satu golongan mereka tidak saling berbeda beda dalam masalah aqidah dan juga amaliyahnya. apalagi perbedaan yang dapat menyebabkan perpecahan, sehingga mereka menjadi beberapa golongan. seperti yang telah difirmankan oleh allah dalam al-qur'an dengan bentuk pujian, meskipun bukan pujian secara langsung, hanya berupa ayat yang menunjukkan arti sebuah pujian untuk mereka. allah SWT berfirman :
.........................................................................
artinya :
dan berpegang teguhlah kalian semua pada tali [agama] allah dfan janganlah kamu berpecah belah (QS.ali-imron 103)
.....................................................................
artinya :
dan janganlah kamu menjadi seperti orang orang yang terpecah belah dan berselisih, setelah sampai pada mereka bukti bukti yang jelas.(QS.al-baqoroh 105)
...................................................................
artinya :
muhammad adalh utusan allah dan orang orang yang bersamanya, semua besikap keras pada orang kafir, namun bersikap penuh akksih sayang pada sesama (QS.al-fath 29)
.................................................................
artinya:
demikian pula telah kami jadikan kalian semua sebagai umat pilihan, agar kalian semua bisa menjadi saksi atas [perbuatan] manusia. (QS.al-baqoroh 143)
................................................................
artinya :
kalian semua adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk umat manusia (QS. al-imron 110)
ayat ini menujukkkan beberapa kefahaman :
1.perintah yang ada pada ayat..........................[janganlah kamu berpecah belah]dan juga ayat..........................................[janganlah kamu berselisih] itu semua mengarah pada orang orang yang hidup di masa nabi muhamad SAW. mengapa ? karna sean daiunya mereka itu terpecah belah atau saling berselisih maka tidak mungkin mereka memiliki sifat kasih sayang seperti yang di firmankan oleh alllah. karna setiap perpecahan atau peerselisihan pasti menimbulkan permusuhan dan kebencian. dan seandainya nereka seperti ini [saling membenci dan bermusuhan] maka apa yang di firmankan oleh allah bahwa mereka ................... [saling menyayangi]itu bohong. dan ini tidak mungkin sekali
2. seandainya mereka [orang orang yang hidup di masa nabi] saling berselisi dan terpecah belah berarti mereka adalah orang orang yang durhaka. dan jika mereka adalah orang orang yang udrhak berarti mereka bukan umat pilihan atau umat terbaik yang dilahirkan untuk umat manusia seperti yang telah difirmankan oleh allah swt. dan ini juga tidak mungkin terjadi.
            oleh karna itu bisa disimpulkan bahwa mereka adalah orang orang yang berkumpul menjadi satu, tidak berbeda dalam aqidah dan juga amaliyah. dan allah memberikan pujian pada mereka seperti yang telah saya sebutkan diatas]
            [setelah wafatnya rasulallah abu bakar dilantik menjadi seoarang kholifah] dg pembaiatan yang dilakukan oleh orang orang muslim pada tanggal 13 - rabi'ul awal - 11 H. dan orang yang pertama kali membaiat beliauy adalah umar bin khottob
[setelah abu bakar wafat tepatnya pada tanggal 27 - jumadil akhir - 13 H. kekholifahan diserahkan pada sayyidina umar bin khottob atas permintaan abu bakar.
hal ini bermula saat sakit yang diderita oleh abu bakar mulai parah, akhirnya beliau mengumpulkan pembesar tokoh shohabat untuk bermusyawarah dalam pelantikan sayyidina umar sebagai kholifah. kemudian sayyidina umar dipanggil untuk membacakan surat yang telah di tulis oleh abu bakar, yang isinya :
"bismillahirrahmanirrahim ini yang ditulis oleh abu bakr di akhir hayatnya, disaat orang orang kafir dan ahli maksiat lainnya merasa senang seakan hidup sentausa".kata sayyidina umar.
"aku [abu bakar] mengangkat umar bin khottob sebagai pemimpin kalian. jika dia bisa menerima dengan sabar dan bisa berbuat adil maka itulah yang aku ketahui dan pendapatku mengenai umar. jika dia tidak mau dan dia mencari penggantinya, mak sesungguhnya kau orang biasa yang tidak mengetahui apa yang akan terjad. aku hanya ingin setiapa orang melakukan pa yang mereka inginkan [hal baik].sesungguhnya orang orang yang berbuat dzolim akan mengetahui keman mereka akan kembali".
            kemudian sayyidina umar diperintah untuk berjanji, dan pada akhirnya abu bakar berkata pada kaum muslimin, apakah kalian ridlo dengan orang yang aku pilih sebagai penggantiku untuk memimpin kalian ? karna sesungguhnya aku tidak mengangkat kholifah dari golongan kerabatku sendiri, tapi umar yang aku angkat sebagai kholifah. maka dengarkanlah dia dan patuhi semua perintahnya. kata abu bakar
            semenjak kekholifahan abu bakar dan sayyidina umar tidak pernah terjadi perselisihan dan perbedaan dalam masalah aqidah dan hukum. hanya perbedaan perbedan kecil dari sebagian orang, namun sebenarnya hal itu tidaklah berbeda atau sekedar perbedaan yang tidak di i'tibar karna tidak di sandarkan pada dalil yang sorih. namun setelah sayyidina umar wafat tepatntya pada tanggal 14 dzulhijjah 23 hijriyah kekholifahan diserahkan pada sayyidina utsman atas persetujuan yang dihasilkan dari musyawarah yang dihadiri oleh orang orang yang telah di pilih oleh sayyidina umar. karna pada waktu menjelang kewafatan beliau, orang orang muslim meminta agar beliau untuk memilih calon kholifah.
            sebelum sayyidina umar wafat,beliau berkata :"tidak ada satu oarangpun yang lebih berhak menjadi kholifah dari pada orang orang ini" kebudian beliau menunjuk sayyidina utsman bin affan, sayyidina ali bin abi tholib, zubair bin awwam, sa'id bin abi waqqosh, dan abdur rahman bin auf. karna orang orang ini telah diridlohi oaleh nabi sanpai beliau wafat. kata sayyidina umar
            setelah pemakaman sayyidina umar selesai, enam orang di atas berkumpul. abdur rahman bin auf berkata : "pilih tiga orang diantara kalian sebagai kandidat menjadi kholifah". zubair bin awwam memilih sayyidina ali, tholhah bin ubaidillah memilih sayyidina utsman, said bin abi waqqosh memilih abdurrahman bin auf.
abdur rahman bin auf berkata pada sayyidina utsman dan sayyidina ali :"mana diantara kalian yang tidak mau mengemban amanah ini akan aku jadikan dia sebagai kholifah, allah yang akan membantunya, lagi pula islam akan melihat pada shohabat yang lebih utama". sayyidina utsman dan sayyidina ali terdiam
"apa kalian memasrahkannya kepadaku ? demi allah, aku tidak akan ceroboh atau sembrono dalam memilih yang lebih utama dari kalian". kata abdurrahman bin auf
sayyidina utman dan sayyidina ali berkata : "ya, baiklah"
            kemudian abdurrahman bin auf berkata pada seraya berkata : engkau adalah kerbat rasulallah, engkau juga banyak mengetahui hal hal terdahulu yang ada dalam islam. aku bersumpah, seandainya engkau ku angkat sebagai kholifah, engkau pastiakan berbuat adil. namun aku juga bersumpah seandainya utsman aku angkat sebagai kholifah kami akan mendengarkan dan mematuhio perintahnya.
            akhirnya sayyidina itsmandan sayyidina ali pergiuntuk berfikir dengan membawa seseorang yang selalu mengulangi kata kata yang dikatakan abdurrahman bin auf.
dan karna sudah waktunya, abdurrahman bin auf berkata : "wahai sayyidina utsman angkatlah tanganmu". sayyidina utsman mengangkat tangannya, sayyidinali ikut mambaiatnya. dan orang orang ahli dar pada waktuitu diperintahkan untuk masuk, agar bisa ikut membaiat sayyidina utsman.
            selesailah pembaiatan, dan sayyidina utsman yang menjadi kholifah. namun sebagian orang orang muslim pada waktu itu sedikit melakukan perubahan, tidak seperti dimasa rasulallah, abu bakar, dan sayyidina umar. dunia datang menghampiri mereka, yang menjadi pangkal dari segala kesalahan.
            terjadilah perselisihan besar antara umat islam, lalu muncullah golongan dari orang orang yang menyimpang tersebut, yang kemudian memecah belah kaum muslimin. mereka tidak mau mengikutu sayyidina utsman dan malah berkeinginan untuk menghancurkan kekholifahan, mereka semua sepakat untuk mengepung sayyidina utsman saat berada didalam rumah kemudian membunuhnya.
mereka benar benar melakukannya, perkepungan berlangsung beberapa hari, saat sudah tiba waktunya, tiga orang dari mereka melompat dan langsung membunuh sayyidina utsman. beliau wafat dalam keadaan memegang al-qu'an, dan memang pada saat itu usia beliau sudah sangat tua. dan ini merupakan awal kali terjadinya bencana dalam umat islam setelah rasulallah wafat.peristiwa ini terjadi pada hari jum'at tanggal 18 dzulhijjah 35 H.
            setelah wafatnya sayyidina utsman, sayyidina ali bin abi tholib dibai'at untuk menjadi kholifah, namun setelah sayyidina ali resmi menjadi kholifah perselisihan antara qoum muslimin semakin besar dan nampak. penyebab terjadinya hal ini adalah : orang orang muslim di akhir masa kekholifahan sayyidina utsman terpecah belah menjadi tiga golongan
1.      golongan yang tidak mengakui terbai'atnya sayyidina utsman sebagai kholifah, mereka beranggapan bahwa beliau bukan shahabat rasulallah
2.      golongan yang mengasihi sayyidina utsman namun sebenarnya mereka menolak atau tidak setuju dengan beliau, dan ini adalah golongan terbanyak dan mayoritas terdiri dari shahabat rasulallah SAW.
3.      golongan yang memilih untuk tidak menyalahkan namun juga tidak membenarkan sayyidina utsman.
            Setelah terbunuhnya sayyidina utsman dan terbai'atnya sayyidina ali sebagai kholifah, seluruh umat manusia terpecah belah dan saling berbeda dalam berpendapat. di antarnya :
        I.            golongan yang murka atas terbunuhnya sayyidina utsman, mereka memilih untuk lebih mengutamakan menghukum orang orang yang telah membunuh beliau kemudian mencari pengganti beliau sebagai kholifah.
            golongan ini mayoritas terdiri dari keluarga sayyidina utsman sendiri, yang   dipimpin oleh muawiyah [gubernur kota syam]dan juga shahabat shabat yang     lain seperti : tholhah, zubair, ummul mi'mini sayyidah aisyah, amr bin ash DLL.                                                                                            
      II.            golongan yang lebih mengutamakan pengangkatan kholifah kemudian menghukum orang orang yang telah mebunuh sayyidina utsman, karna mereka mengira bahwa menghukum orang orang yang telah membunuh sayyidina utsman tidaklah sulit, cukup dengan mengumpulkan tentara tentara islam untuk mencari dan menghukum mereka.
            golongan ini yang di ikuti oleh sayyidina ali dan sebagian besarshahabat        rasulallah.
   III.            golongan yang berpendapat akan kebenaran para pemberontak yang telah membunuh sayyidina utsman sehingga mereka tidak boleh dihukum.
            selang bebrapa waktu sayyidina ali dibai'at oleh orang orang muslim yang pada waktu itu berada di kota madinah, dan pada waktu itu banyak sekali shahabat nabi yang ikut membai'at karna mereka semuanya menginginkan sayyidina ali menjadi pemimpin.
namun golongan lain yang berpendepat tidak sama, tidak mau mambai'at sayyidina ali. mereka mengajak orang orang muslim lainya untuk mencari orang orang yang telah membunuh sayyidina utsman dan setelah selesai mereka akan memilih pemimpin sendiri yang mereka inginkan.
            perbedaan ini yang menyebabkan terjadinya perang antar dua golongan muslim. ketika banyak sekali orang orang yang muslimyang mati saat peperangan, akhirnya sayyidina muawiyah dan para shahabatnya memberikan sebuah usulan pada sayyidina ali untuk berdamai dengan keputusan yanng diambil dari alqur'an. dan sayyidina ali menerimanya.
            disaat beliau melihat prajuritnya banyak yang setuju dengan usulan tersebut maka beliau mengirimkan dua orang untuk mendamaikan. namun dua orang ini tidak setuju. mereka berdua lebih memilih untuk meninggalkan sayyidina ali dan sayyidina muawiyah dari kekholifahan, agar orang orang muslim dapat memilih siapa yang mereka inginkan. dan akhirnya mereka berdua sama sama mengusulkan seseorang untuk dijadikan pemimpin namun mereka berdua saling tidak menyetujui usulan satu sama lain, karna mereka saling tidak menerima akhirnya mereka berpisah tanpa menghasilkan apa apa.
            hal ini menjadi kabar gembira bagi sayyidina muawiyah, besar sekali kemungkina beliau untuk menjadi seorang kholifah, hanya menunggu pembaiatan yang akan dilakukan oleh sebagian besar shahabat rasulallah pada beliau, karna mereka percaya bahwa sayyidina muawiyah telah mencukupi dan sangat baik dalam urusan berpolitik.
            pasukan sayyidina ali terpecah belah menjadi beberapa golongan :
1)     golongan yang tidak setuju dengan beliau, bahkan mereka mengibarkan bendera peperangan untuk melawan beliau. golongan inilah yang disebut dengan golongan "khowarij". nama ini akan terus ada bagi orang orang seperti mereka dan berpendapat sama dengan mereka.
            pada asalnya setiap golongan yang keluar atau tidak mau mengikuti seorang             pemimpin yang benar dinamakan "khowarij" entah itu terjadi dimasa shahabat,           tabi'in ataupun pemimpin disetiap zaman, namum kemudian para ahli ilmu   hanya menggunakan istilah "khowarij" terhadap golongan yang menyimpang dimasa para shahabat, tabi'in dan para pengikutnya, karna hanya dimasa      tersebut yang banyak mengeluarkan pendapat dalam masalah keyakinan dan            ilmu     fiqih.
2)     golongan yang sangat cinta dan sangat fanatik terhadap beliau dan terlalu berlebihan dalam menyanjung beliau, hingga mereka meyakini apa yang seharusnya tidak boleh untuk diyakini. golongan ini yang disebut dengan "syi'ah" nama ini juga akan selalu ada bagi orang orang yang berpendapat sama seperti mereka, bahkan sampai sekarang.
            syi'ah adalah golongan yang mendukung secara khusus terhadap kepemimpinan sayyidina ali, mereka mengatakan bahwa beliau adalah seorang imam dan juga kholifah, mereka juga mengatakan seorang pemimpin tidak boleh dari selain keturunan beliau, seandainya tetap mengangkat pemimpin dari selain keturuna beliau berarti dia telah melakukan kedzoliman.
            mereka juga mengatakan kepemimpinan bukanlah sebuah masalah demi kemaslahatan umat yang masih butuh adanya pemilihan dari orang banyak yang kemudian diangkatlah seorang pemimpin, tapi, kepemimpinan adalah masalah yang menjadi salah satu rukun keagamaan yang seharusnya tidak boleh dilupakan oleh para rasul untuk membiarkan atau menyerahkannya pada orang orang biasa.
            masing masing dari golongan "khowarij" dan "syi'ah" terpecah belah hingga menjadi beberapa golongan
khowarij terpecah belah menjadi 9 golongan :
1.      muhakkimah
            muhakkimah adalah golongan orang orang yang keluar dari pemerintahan sayyidina ali disaat berjalannya proses perdamaian yang dilakukan oleh dua orang yang diutus oleh sayyidina ali.
golongan ini berkumpul di sebuah desa yang ada dikota qufah yang disebut "hirwara"  yang kemudian golongan ini membaiat abdullah bin wahab ar-rasaby sebagai seorang pemimpin. golongan ini tidak sampai melaknat sayyidina ali, namun mereka mencacimaki sayyidina utsman, orang yang mengikuti perang jamal dan orang orang yang mengikuti perang siffin.
2.      azariqoh
            azariqoh adalah golongan para pengikut abi rosyid nafi' bin arzaq yang mati pada tahun 60 hijriyah. golongan ini merupakan golongan khowarij terbesar dengan jumlah terbanyak dan terkuat
kebid'ahan yang dilakukan :
Ø  mengkafirkan sayyidina ali, sayyidina utsman, tholhah, zubair, aisyah dan abdullah bin abbas
Ø  mengkafirkan semua orang muslim yang tidak sama dengan mereka
Ø  mengkafirkan orang yang tidak mau berperang
Ø  memperbolehkan membunuh anak kecil dan juga ibunya ketika tidak sama dengan mereka
Ø  tidak mengharuskan rajam bagi orang yang melakukan perzinahan
Ø  berkeyakinan, anak kecil dari orang yang musrik akan berada di neraka bersama dengan ayahnya
Ø  melarang adanya taqiyyah baik dari segi ucapan atau perbuatan
Ø  berkeyakinan, allah boleh mengutus seorang nabi yang akan melakukan kekufuran setelah kenabiannya
Ø  mengkafirkan orang yang melakukan dosa besar dan menganggapnya keluar dari agama islam
3.      an-najadat al-adziriyyah
            an-najadat al-adziriyyah adalah golongan para pengikut najdah bin amir yang bermadzhab hanafi yang di bunuh pada tahun 69 hijriyah
kebid'ahan yang dilakukan :
Ø  sangat membela orang orang yang mati karna dihad, bahkan pemimpin mereka pernah berkata : semoga allah menyiksa mereka [orang orang yang dihad] didalam neraka selain neraka jahannam kemudian memasukkannya kedalam surga
Ø  berkeyakinan, neraka akan dimasuki oleh orang orang yang berbeda dengan mereka dalam masalah agama
Ø  memusyrikkan orang orang yang selalu melihat dosa dosa kecil atau selalu melakukan kebohongan kebohongan kecil secara terus menerus
Ø  tetap menghukumi muslim orang orang yang melakukan perzinahan, mencuri atau meminum khomer namun tidak selalu dilakukan dengan syarat harus mengikuti golongan mereka
Ø  meyakini bahwa ada dua hal dalam agama :
1.      mengetahui allah dan rasulnya, mengharamkan darah orang muslim yang sama dengan mereka, semua orang wajib mengetahui apa yang di bawa oleh mabi dari allah SWT dan untuk orang orang yang tidak mengetahuinya dia tetap tidak dikatakan ma'dzur {di ampuni}dalam artian tetap berdosa
2.      hal lain selain diatas, namun bagi orang yang tidak mengetahuinya bisa dikatakan ma'dzur apabila ada dalil yang mengatakan bahwa hal tersebut memang benar benar ma'dzur.
4.      al- baihasiyyah
            al- baihasiyyah adalah golongan para pengikut abi baihas al- haisom bin jabir. sebagian besar dari golongan ini mengatakan ilmu, iqror dan amal semua dikatakan iman. sebagian dari mereka juga mengatakan semua hal selain yang di sebutkan dalam firman allah di bawah ini hukumnya halal
..................................................................................................................
artinya : katakanlah, tidak aku temukan dalam apa yang diwahyukan kepadaku sesuatu yang haram di makan kecuali bangkai, darah {yang mengalir], daging babi karna semua itu kotor atau hewan yang disembelih bukan atas nama allah (al-an'an QS 145)      
5.      al-ajaridah
            al ajaridah adalah golongan pengikut abdul karim bin ajrad. kebidahan yang dilakukan oleh golongan ini sama seperti yang dilakuakn oleh golongan an- najadat, hanya saja ada sedikit tambahan         
di antaranya :
Ø  mengkafirkan orang orang yang melakukan dosa besar
Ø  mengingkari adanya surat yusuf dalam al-qur'an
6.      ats-tsa'labah
            ats-tsa'labah adalah golongan pengikut tsa'labah bin amir, dia adalah orang yang hidup semasa dengan abdul kari bin ajrad sampai akhirnya mereka berpisah karna berselisih atau berbeda pendapatdalam menghukumi anak kecil.
abdul karim berkata : seorang anak kecil tidak mempunyai tanggungan atau beban apapun sampai dia di perintah untuk memeluk agama islam dan kewjiban memerintahnya adalah saat dia sudah baligh.
dia juga berkata : anak orang kafir yang mati dalam dalam keadaan masih kecil akan masuk neraka bersama dengan ayahnya
berbeda dengan tsa'labah, ia berkata : saya lebih mengasihi anak anak baik yang kecil ataupun sudah besar, sampai benar benar di ketahui bahwa mereka telah mengingkari suatu kebenaran dan melakukan penyelewengan. akhirnya, abdul karim bin ajrad berpisah dengan tsa'labah
7.      al-ibadhiyyah
            al-ibadhiyyah adalah golongan pengikut abdullah bin ibad yang menyimpang dihari hari kepemimpinan murwah bin muhammad diakhir masa kekholifahan bani umayah.
pemimpin al-ibadhiyah ini pernah berkata : "orang orang yang berbeda denganku, aku anggap kafir namun tidak musyrik" akhirnya para pengikutnya mengatakan : "negara bagi orang orang yang berbeda dengan abdullah pimpinan kami, sebenarnya masih dianggap negara muslim yang bertauhid, namun karna prajurit prajurit negara mengikuti pimpinannya yang akhirnya menjadikan negara tersebut di anggap sebagai negara pemberontak".
golonngan ini juga mengatakan : "boleh memberikan persaksian palsu bagi orang orang yang membela golongan kami". mereka juga berpendapat orang yang melakukan dosa besar di anggap orang yang bertauhid namun bukan orang mukmin.
8.      as-shufriyyah az-zhiyadiyah
            as-shufriyyah az-zhiyadiyah adalah golongan pengikut zhiyad bin ashfar, golongan ini berpendapat "seseorang yang melakukan sebuah pekerjaan yang disitu mewajibkan adanya had maka orang itu di anggap atau diberi nama sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan seperti : orang yang melakukan zina maka disebut pezina bukan kfir atau musrik. namun apabila pekerjaan yang dilakukan menyebabkan dosa besar namun tidak sampai menimbulkan adanya had seperti meninggalkan sholat maka orang tersebut dikatakan kafir".
            delapan golongan diatas merupakan golongan terbesar qoum khowarij yang pada intinya mereka semua tidak setuju dengan kepemimpinan sayyidina utsman dan sayyidina ali dan mereka semua lebih mengutamakan keyakina tidak setuju dengan sayyidina utsman dan sayyidina ali dari pada melakukan ibadah taat. bahkan mereka berkata :nikah tidak akan sah kecuali orang tersebut meyakini ketidak setujuannya dengan sayyidina utsman dan juga sayyidina ali. mereka juga mengatakan menyimpang dari seorang pemimipin atau seorang imam yang tidak melakukan atau bahkan berbeda dengan as-sunnah, merupakan sebuah kebenaran dan kewajiban.
            syi'ah terpecah belah menjadi 5 golongan :
1.      syi'ah kaysaniyyah
            syi'ah kaysaniyyah adalah golongan para pengikut "kaisan" seorang budak yang dimerdekakan oleh sayyidina ali. ada yang mengatakan bahwa dia adalah murid dari seortang guru bernama sayyid muhammad bin haifiyyah. golonga ini sangat keterlaluan dalam menyanjungnya, hingga mereka beranggapan bahwa dia (sayyid muhammad bin haifiyyah) adalah orang yang mengetahui semua ilmu dan telah memperoleh sebuah rahasia dari sayyidina hasan dan husain sepertu rahasia tentang ilmu ta'wil, ilmu batin, ilmu tentang cakra wala dan ilmu hewan
            golongan ini sendiri terpecah belah menani beberapa kelompok, namun intinya semuanya berpendapat :
Ø  "inti dalam agama adalah tunduk dan patuh pada satu orang (pemimpin)" pada akhirnya gologan ini berani menta'wil rukun rukun syariat seperti sholat, puasa, zakat, haji dan yang lainnya yang kemudian sebagian dari mereka meninggalkan hukum hukum syari'at karna sudah menganggap cukup dengan patuh pada satu orang pemimpin.
Ø  "tidak percaya dengan datangnya hari kiamat" namun hanya sebagian saja, bahkan diantara mereka ada yang beranggapan bahwa allah bisa berada dalam diri seorang manusia dan juga bisa berubah bentuk.
Ø  setelah mati kita akan kembali lagi.
            diantara mereka juga ada yang beranggapan bahwa pemimpin yang mereka ikuti tidak akn pernah dan tidak boleh mati. golongan seperti ini mungkin, seandainya tiba tiba kepemimpinan dikuasai orang lain selain dari mereka pasti mereka akan merasa menyesal dan bingung apalagi yang mengaku menjadi pemimpin, karna dia bukan ketururnan kaisan
orang yang meyakini bahwa dalam agama hanya patuh pada seorang laki laki yang di jadikan pemimpin, ketika tidak ada orang laki laki, apakah berarti dia tidak memiliki agama ..........?
kami berlindung padamu ya allah agar tidak terjerumus dalam keadaan membingungkan dan menyesatkan seperti ini
2.      syi'ah zaidiyyah
            syi'ah zaidiyyah adalah golongan para pengikut zaid bin ali bin husain bin ali bin abi tholib. golongan ini mengatakan seorang pemimpin harus berasal dari keturunan sayyidah fatimah, tidak boleh yang lain dan harus alim, pemberani,dan dermawan. harus diatati baik dari keturunan sayyidina hasan ataupun sayyidina husain.
namun karna pemimpin mereka zaid bin ali tersebut menimba ilmu pada seseorang yang bernama wasil bin atho' (pimpinan mu'tazilah) akhirnya merekasemua menjadi pengikut golongan mu'tazilah
3.      syi'ah imamiyyah
            syiah imamiyyah adalah golongan yang mengatakan kepemimpinan sayyidina ali adalah kepemimpinan yang sah setelah nabi SAW, dipandang dari segala aspek, tidak memandang sifat sifatnya namun memandang isyaroh pada sayyidina ali.
            golongan ini beranggapan bahwa dalam agama islam tidak ada sesuatu yang lebih penting dari pada memilih seorang pemimpin, bahkan perpecahan yang ada di dunia ini terjadi karna dalam hati tidak ada orang yang ingin memikirkan orang lain, nabi SAW diutus untuk menghilanhkan perselisihan dan menebar kesesuaian, nabi tidak boleh memecah belah umat atau meninggalkan mereka dalam keadaan terlantar,satu sama lain saling berpendapat dan memilih jalan sendiri sendiri namun tidak di setuui oleh yang lain, tapi nabi harus memilih satu orang untuk dijadikan pemimpin yang menjadi kepercayaan dan pedoman bagi yang lain. dan nabi telah memilih sayyidna ali sebagai pemimpin,  baik dengan isyarat yuang telah diberikan oleh beliau ataupun dengan cara yang jelas
4.      syi'ah gholiyah
            syiah gholiyah adalah golongan yang terlalu kelewatan dalam mengatakan kepemimpinan, menganggap pemimpin mereka tidak hanya sekedar makhluk dan menghukumi pemimpim mereka dengan hukum yang seharusnya hanya dimiliki oleh tuhan. terkadang mereka menyerupakan pemimpin mereka dengan tuhan dan terkadang tuhan mereka anggap sebagai makhluk\.
            mereka sudah benar benar kelewatan dan ceroboh, timbulnya keberanian penyerupaan seperti diatas dikarnakan mereka berpedoman dengan beberapa pendapat madzhab hululiyyah (golongan yang berpendapat bahwa allah bisa berubah bentuk) dan madzhab tanasuhiyyah (golongan yang berpendapat bahwa allah bisa berada dalam diri manusia) dan juga madzhab orang orang yahudi dan nasrani. karna orang yahudi memang menyerupakan tuhan dengan makhluk sedangkan nasrani menyerupakan makhluk dengan tuhan.
            akhirnya merambatlah penyerupaan seperti diatas pada gholongan syi'ah gholiyah, sehingga mereka menghukumi sebagian pemimipin mereka dengan hukum hukum yang seharusnya hanya dimiliki oleh tuhan. oleh karna itu adanya pendapat menyerupakan allah dengan makhluk bermula dan berasal dari syi'ah.
            sebagian dari mereka akhirnya ada yang kembali pada ahlussunnah karna mereka menganggap bahwa hanya ahlussunah yang pendapatnya lebih masuk akal dan tidak pernah menyerupakan allah dengan makhluk atau menganggap allah bisa berubah bentuk. kesesatan yang mereka lakukan intinya ada 4 hal
1. menyerupakan allah
2. kebid'ahan
3. anggapan setelah mati akan kembali lagi
4. menganggap allah bisa bersemayam dalam diri seseorang
5.      syi'ah isma'iliyyah
            syi'ah isma'iliyyah adalah golongan yang menetapkan kepemimpinan pada isma'il, putra dari seseorang yang bernama ja'far shodiq yang telah dinas sebagai orang yang agung di masanya. golongan ini menganggap bahwa bumi ini tidak akan kosong dari seorang pemimpin, entah itu pemimpin yang nampak ataupun tidak. mereka juga menganggap hukum yang di keluarkan oeh seorang imam hanya akan berputar dalam "tujuh - tujuh"seperti halnya jumlahhari dalam seminggu ada tujuh, langit ada tujuh dan bintang besar juga ada tujuh.sedangkan pemimpin yang berada dibawah imam hukumnya akn berputar dalam 12 hal.
            mereka juga berpendapat orang yang mati namun tidak mengerti siapa pemimpin semasa dia hidup maka dia dianggap mati seperti matinya orang jahiliyyah bagitu juga orangyang mati namuntidak mengerti pembai'atan imamnya.
            Lima golongan syi'ah diatas pada intinya semua berpendapat :
Ø  kewajiban memilih seorang imam
Ø  adanya sifat ma'sum pada diri seorang nabi dan imam untuk tidak melakukan dosa {kecil atau besar}
Ø  memiliki kekeuasaan dan kebebasan dalam berkata, bertindak dan berkeyakinan kecuali dalam keadaan taqiyyah
            namun dalam permasalahan tauhid mereka berbeda,ada yang lebih cenderung untuk menyimpang, ada yang tetap mengikuti sunnah dan ada yang cenderung ketasybih {menyerupakan allah dengan makhluk}
            semua golongan diatas (khowarij dan syi'ah) mengajak semua umat manusia untuik sama dengan mereka, akhirnya umat manusia terpecah belah menjadi beberapa golongan dan setiap golongan menganggap dialah yang benar maka tak heran, dengan seiringnya zaman perselisihan semakin merajalela setiap golongan dari golongan yang pertama terpecah belah menjadi beberapa golongan kemudian terpecah belah lagi dan terpecah belah lagi, begitu seterusnya.
            dan dibawah ini juga termasuk golonngan khowarij :
1.      al iwaniyyah
2.      as  habuttafsir
3.      as habus su'al
4.      as siyabiyyah
5.      as shilatiyyah
6.      al maimuniyyah
7.      al himaziyyah
8.      al kholifiyyah
9.      al athrofiyyah
10.  as syi'ibiyyah
11.  al hazimiyyah
12.  al akhnasiyyah
13.  al ma'badiyyah
14.  ar rusyyidiyyah
15.  as syaianiyyah
16.  al makhromiyyah
17.  al ma'lumiyyah
18.  al majhuliyyah
19.  al bid'iyyah
20.  al hafisiyyah
21.  al harisiyyah
22.  al yazidiyyah
            dan setiap golongan khowrij diatas memiliki pendapat sendiri sendiri yang tidak sama dengan apa yang telah saya sebutkan
            dan dibawah ini juga termasuk golongan syi'ah :
1.      al haisimiyyah
2.      al bayaniyyah
3.      ar rizamiyyah
4.      al jarudiyyah
5.      al sulaimaniyyah
6.      as sholihiyyah
7.      al batriyyah
8.      al baqiriyyah
9.      al ja'kariyyah
10.  al waqifah
11.  an nawusiyyah
12.  al afthohiyyah
13.  as sumaitiyyah
14.  al isma'iliyyah
15.  al waqifah
16.  al musarwiyyah
17.  al mufaddholiyah
18.  al hisyamiyyah
19.  al itsna assyariyyah
20.  as siba'iyyah
21.  al kamiliyyah
22.  al baiyah
23.  al mughiriyyah
24.  al manshuriyyah
25.  al khotobiyyah
26.  al kayyaliyyah
27.  an nu'maniyyah
28.  al yusuniyyah
29.  an nashiriyyah
30.  al ishaqiyyah
            tiap golongan syi'ah diatas memiliki pendapat yang tidak samasatu dengan yang lain
            seiring berjalannya waktu, perselisihan semakin bertambah bahkan sampai dimasa tabi'in. ketika sudah tidak tersisa sama sekali kecuali hanya sedikit jumlah tabi'in yang masih ada muncullah golongan lain yang menyebit dirinya sebagai golongan yang adil dan bertauhid, merekalah yang disebut mu'tazilah yang berjulukan qodariyyah dan adiliyyah
            masalah yang sudah umum dalam golongan mu'tazilah adalah
Ø  berkeyakinan bahwa allah adalah dzat yang qodim namun menafikan semua sifat sifat qodim mereka berkata : allah maha mengetahui, allah maha mampu, allah maha hidup dfan semua itu disebabkan oleh dzat allah sendiri bukan dengan sifat ilmu, qudroh atau hayat. itu semua hanya sifat qodim dan sifat ma'aniy yang ada pada dzat allah
Ø  berkeyakinan bahwa manusia mampu untuk menciptakan pekerjaannya sendiri entah itu ataupun buruk
Ø  berkeyakinan bahwa allah hanya melakukan hal hal baik saja
Ø  berpendapat orang yang melakukan dosa besar dan dia mati dalam keadaan belum bertaubat maka dia berhak berada didalam neraka selamanya.
Ø  berpendapat ma'rifat pada allah dan mensyukuri nikmat hukumnya wajib sebelumadanya dalil yang bersifat sam'i
Ø  kebaikan dan keburukan wajib diketahui dengan akal
            golongan mu'tazilah terpecah menjadi 12 golongan :                                                                   
1.      al washilah
            al wasilah adalah golongan pengikut hudaifah wasil bin atho' al ghozali al altsag yang hidup sekitar tahun 80 sampai 131 H sekaligus murid dari hasan al basyri. penyebab disebutnya golongan ini dengan nama mu'tazilah adalah dahulukala ada seorang pemuda yang menemui syeh hasan al basri. pemuda ini berkata pada beliau "wahai pemuka agama, dizaman kita sekarang telah banyak golongan yang mengkafirkan orang orang yang melakukan dosa besar, dosa besar menurut mereka adalah penyebab kekufuran yang bisa mengeluarkan orang tersebut dari agama. namun menurut sebagian golongan tidak, karna mereka berpendapat bahwa melakukan dosa besar bukan sebuah masalah, selama orang itu masih memiliki iman. bahkan beramal menurut mereka bukan bagian dari iman, oleh karna itu menurut mereka beramamal atau melakukan maksiat tidaklah menjadi sebuah masalah selama orang itu masih beriman  seperti tidak berpengaruhnya melakukan keta'atan dalam keadaan kafir. dan sekarang bagaimana engkau menghukumi masalah seperti itu ?"
            hasan al-basripun berfikir namun sebelum beliau menjawab wasil bin atho' [salah satu murid beliau atau pimpinan mu'tazilah] berkata : "menurut saya orang yang melakukan dosa besar tidak bisa dikatakan mukmin secara mutlak namun juga tidak bisa dikatakan kafir secara mutlak karna menurut saya dia berada diantara dua tingkatan yaitu tidak mukmin dan juga tidak kafir". kemudian dia menyingkir di salah satu tiang yang ada dimasjid pada waktu itu dan kemudian mengumumkan pendapatnya pada sebagian pengikut gurunya sendiri [hasan al-basri].
hasan al-basri berkata : اعتزل عنا واصل  [wasil telah menyingkir dariku] dan akhirnya wasil bin atho' beserta para pengikutnya disebut dengan mu'tazilah (golongan yang menyingkir)
apa yang katakan oleh wasil bin atho' barusan yaitu berada diantara dua tingkatan merupakan salah satu qoidah empat yang dimiliki oleh golongan wasilah
qoidah mereka yang kedua adalah menafikan sifat sifat allah seperti ilmu, qudroh, irodah dan hayat. qoidah yang ketiga adalah menetapkan adanya qodar namun yang dimaksud bukan berarti adanya qodar pada allah yang kemudian menyimpulkan semua hal baik karna allah tapi mereka berpendapat allah tidak memiliki qodar. karna menurut mereka mampu menciptakan pekerjaannya sendiri seperti kebaikan, keburukan, kekafiran, ketaatan ataupun kemaksiatan orang itu sendiri yang menciptakan
qoidah yang ke empat adalah beranggapan bahwa salah satu dari dua golongan yang mengikuti perang sifin dan perang jamal pasti ada yang salah namum tidak bisa ditentukan yang mana. begitujuga dalam permasalahan sayyidina utsman antara orang yang membunuh dan membela beliau pasti ada yang salah namun juga tidak bisa ditentukan yang mana.
2.      hudailiyah
            hudailiyah adalah golongan pengikut abi hudail hamdan bin hudail al-alak yang hidup sekitar tahun 135 sampai 226 H.
abi hudail memiliki 10 pendapat khusus :
1.      meyakini bahwa allah SWT adalah dzat yang maha mengetahui, mengetahuinya allah dengan ilmunya allah, ilmu allah adalah dzatnya allah. allah adalah dzat yang maha kuasa, berkuasanya allah dengan qudrohnya allah, qudroh allah adalah dzatnya allah. allah adalah dzat yang maha hidup, hidupnya allah dengan hayatnya dan hayat allah adalah dzatnya allah.
2.      berkeyakinan adanya kehendak bagi mahluk
3.      berpendapat sebagian kalam allah tidak bertempat seperti firman allah "kun" dan sebagian yang lain bertempat seperti firman allah yang menunjukkan arti perintah, larangan, cerita, atau kabar.
4.      memiliki pendapat yang sama dengan pengikutnya dalam masalah qodar namum pada awalnya seperti golongan qodariyah terakhir seperti golongan jabariyyah
5.      terbatasnya tingkah laku yang dilakukan oleh orang orang yang ada disurga dan dineraka.
6.      istitoah atau kemampuan adalah salah satu sifat baru yang tergolong seperti sifat seperti salamah {sehat}
7.      orang yang sudah mukallaf, sebelum adanya dalil yang bersifat sam'i maka dia wajib mengetahui allah dengan petunjuk selain apa yang terlintas dihatinya. lika dia ceroboh maka dia berhak untuk untuk di siksa selamanya. dan dia juga harus mengetahui hal hal yang benar benar baik dan hal hal yang benar benar buruk
8.      masalah kematian dan rizki, setiap orang meskipun tidak dibunuh pasti akan mati. oleh karna itu tidak boleh beranggapan bisa menambah atu mengurangi masa hidup. namun dalam masalah rizki ada 2 :
v  sesuatu yang diciotakan oleh allah dari sesuatu yang bermanfaat boleh kita katakan "allah menjadikan rizki untuk hambanya
v  apa yang didapatkan oleh seorang hamba, bisa dikatakan rizki. namun ketika berupa sesuatu yang haram maka tidak bisa dikatakan rizki. dalam artian orang itu tidak diperitah untuk memperolehnya
9.      irodahnya allah tidak bisa dikehendaki. namun jika irodahnya allah berhubungan dengan seseuatu yang diciptakan maka disebut kehendak menciptakan
10.  hujjah atau dalil tidak bisa membenarkan sesuatu yang masih samarkecuali dibantu dengan habar yang di sampaikan oleh 20 orang yang salah satunya tergolong ahli surga 
3.      an-nadhomiyyah
            an-nadhomiyyah adalah golongan para pengikut ibrahim bin sayyar bin hani' an-nadhom yang mati pada tahun 267 H yang mempunyai pendapat sedikit berbeda dengan pengikutnya dalam beberapa masalah
Ø  menambahi pendapat yang mengtakan bahwa semua hal baik dan buruk berasal dari orang itu sendiri, beliau berkata : allah tidak bersifat qudroh dalam menciptakan hal buruk atau yang berbau kamaksiatan dan itu bukan qudroh yang dimiliki oleh allah
Ø  allah tidak memiliki sifat irodah
Ø  semua pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang semuanya adalah pergerakan dan diamnya seseorang juga termasuk bergerak, yaitu bergerak untuk menopang
Ø  menafikan suatu bagian dari sesuatu yang tidak bisa dibagi dan selalu memperbarui pendapat
Ø  permata adalah susunan dari beberapa a'rod yang terkumpulkan DLL
4.      hobitiyah dan hadsiyyah
            hobitiyah adalah golongan pengikut ahmad bin khobit yang wafat pada tahun 232 hijriyah sedangkan hadsiyyah adalah golongan pengikut fadil al-hadtsi. dua orang ini adalah murid dari seorang laki laki yang bernama an-nidzom mereka berdua sangat gemar sekali dalam membaca kitab kitab yang berisi tentang filsafat.
            dua golongan ini akhirnya berkumpul, sama sama mengikuti madzhab an-nidzom dan saling melakukan 3 kebidahan
1. menetapkan ketuhanan pada nabi isa al-masih dan berkeyakinan sama dengan golongan nasrani yaitu meyakini bahwa nanti dihari kiamat nabi isa akan menghisab semua makhluk.
2. berkeyakinan bahwa allah bisa berada dalam diri manusia.
3. mengarahkan apa yang ada dalam al-qur'an dan hadist pada pemahaman yang sesuai dengan akal.
5.      al-bisyriyyah
            al-bisyriyah adalah golongan para pengikut bisyr bin mu'tamar yang meninggal dunia pada tahun 226 H. dia adalah orang pertama yang mengatakan bahwa allah bisa beranak atau memiliki keturunan dan sedikit memiliki perbedaan dengan pengikutnya dalam beberapa masalah diantaranya :
·        warna, rasa, bau, pendengaran, dan pengelihatan bisa dihasilkan dari sebuah pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang ketika memang faktor atau penyebabnya dari pekerjaaan yang dilakukan
·        irodah atau kehendak allah merupakan salah satu pekerjaan dari beberapa pekerjaan allah
·        orang yang bertaubat karna telah melakukan dosa besar namun ternyata dia mengulangi perbuatanya kembali maka dia berhak mendapatkan dosa dari peruatannya yang pertama dan juga yang kadua karna taubat bisa diterima ketika memang tidak diulangi lagi
6.      muammariyyah
            muammariyah adalah golongan pengikut muammmar bin ibad as sullami yang meninggal dunia pada tahun 220 H yang termasuk tokoh besar qoum qodariyah yang tidak mempercayai sifat sifat allah dan juga adanya qodar dari allah
            muammmar bin ibad as-sullami memiliki beberapa pendapat diantaranya : allah tidak menciptakan sesuatu kecuali berupa benda, bagaimana dengan adanya sifat ? ia menjawab :sifat diciptakan oleh suatu benda dan itu ada dua, ada yang pasti contoh benda seperti api bisa memunculkan sebuah sifat seperti terbakar. ada yang tidak pasti seperti halnya hewan bisa memunculkan adanya sifat seperti bergerak, diam, berkumpul atau berpisah
7.      al-mirodiyyah
            al-mirodiyyah adalah golongan para pengikut isa bin shobih yang mempunyai gelar abi musa dan berjulukan al-marod yamg meninggal dunia pada tahun 220 H.
diantara pendapatnya adalah :
Ø  allah boleh berbohong dan berbuat dzolim dan seandainya allah berbuat kebohongan atau kedzoliman berarti allah adalah tuhan pembohong dan pendzolim
Ø  seorang manusiam mampu menciptakan sesuatu yang sama dengan al-qur'an dalam segi kefasihan, runtutan, dan juga balagohnya.
8.      tsumamiyyah
            tsumamiyyah adalah golongan para pengikut tsumamah bin asyros an-namiri yang meninggal dunia pada tahun 213 H dan memiliki beberapa pendapat diantaranya :
Ø  suatu pekerjaan yang telah terjadi sebenarnya tidak ada yang melakukannya
Ø  orang kafir, orang musyrik, majusi, yahudi, nasrani, dan orang orang ateis yang tidak mepercayai adanya tuhan kelak dihari kiamat akan menjadi debu
Ø  manusia tidak bisa melakukan sebuah pekerjaan kecuali sebelumya dia memiliki keinginan atau kehendak. untuk sebuah pekerjaan yang sebelumnya tidak ada keinginan untuk melakukannya maka itu hanyalah sebuah pekerjaan yang dianggap tidak ada yang melakukannya.
9.      al-khisyamiyyah
            al-khisyamiyyah adalah golongan para pengikut khisyam bin amr al-ghowtiy yang meningal dunia pada tahun 226 H yang berpendapat sangat keras dalam masalah qodar dari pada pengikutnya. ia juga melarang seseorang untuk mengatakan "semua pakerjaan terjadi karena kehendak allah" meskipun itu ada dalam al-qur'an, karna menurutnya allah sendiri telah berfirman ........................................................................................ allah tidak bisa meluluhkan antara hati orang orang mukmin tapi orang mukmin itu sendiri yang meluluhkan hatinya. allah tidak menciptakan iman pada hati orang orang mukmin dan juga tidak menjadikan iman sebagai hiasan dihati orang yang beriman
pendapat yang lain :
Ø  sifat sifat allah tidak bisa menunjukkan adanya allah SWT dan sifat juga tidak bisa dibuat dalil namun yang bisa dibuat dalil adalah benda atau jisim yang menunjukkan adanya allah SWT
Ø  tidak sah mengangkat seorang pemimpin saat banyak terjadi fitnah dan perselisihan karna pengagkatan hanya boleh dilaksanakan pada situasi yang tenang tidak ada persengketaan.
Ø  surga dan neraka sekarang masih belum ada, jika sudah ada maka tidak akan ada gunanya dan pasti kedua duanya sangat sunyi karna tidak ada yang disiksa dan tidak ada yang merasakan kenikmatan.
10.  al -jahidziyyah
            al -jahidiyyah adalah golongan para pengikut umar bin bahr abi utsman al jahidz yang mati pada tahun 255 H. namun dia memiliki sedikit pendapat yang berbeda dengan pengikutnya, diantaranya :
Ø  sebuah pengetahuan adalah sesuatu yang pasti ada dalam watak manusia, bukan karna pekerjaan yang ia kerjakan sehingga dapat mengrtahui semuanya. sebenarnya manusia tidak melakukan apapun selain berkehendak.
Ø  tidak mungkin tidak adanya mutiara dan mutiara tidak mungkin sirna
Ø  orang ahli neraka tidak akan selamanya disiksa dalam neraka tapi lama kelamaan mereka akan berubah menjadi api
Ø  semua mahluk mempunyai akal dan mengerti bahwa allah yang menciptakan mereka dan merreka juga mengerti bahwa mereka membutuhkan nabi, namun mereka kalah dengan pengetahuan mereka sendiri, dan akhirnya mereka terbagi menjadi dua, ada yang mengerti tauhid dan ada yang tidak. orang yang tidak mengerti tauhid inilah yang dikatakan ma'dzur [di ampuni], sedangkan orang  yang mengerti dialah yang dikalahkan
Ø  orang yang mengaku islam, ketika dia meyakini bahwa allah bukan sebuah jisim atau gambar dan tidak bisa dilihat oleh mata dan juga meyakin bahwa allah adalah dzat yang adil, tidak dzolim dan juga tidak menghendaki kemaksiatan dan setela itu dia mengikrari apa yang ia yakini maka di benar benar orang islam, namun ketika di mengetahui itu semua dan dia tidak mengikrarinya apalagi sampai mengatakan allah sama dengan mahluk dan mengaku bahwa dia telah menyimpang maka di benar benar kafir, namun seandainya ada orang yang tidak pernah berangan angan seperti diatas namun dia meyakini bahwa allah adalah tuhannya dan nabi muhammad adalah seorang utusan maka orang tersebut diatakan mukmin tidak boleh dikecam atau dipaksa  

11.  khoyatiyah dan ka'biyah
            khoyatiyah dan ka'biyah adalah golongan pengikut abi hasan bin abi amr al-khoyyat yang mati pada tahun 300 H. dia adalah guru dari seorang murid yang bernama abil qosim bin muhammad al ka'biy yang mati pada tahu 319 H
            mereka berdua adalah pengikut golongan mu'tazilah negara bagdad dan juga mempunyai pendapat yang sama hany asaja al khoyat terlaul berlebihan dalam mengatakan ketidak adaannya sesuatau, dia berkata : sesuatu tidak bisa diketahui dan tidak bisa diceritakan, benda tidak ada, sifat tidak ada, semua jenis dan warna tidak ada bahkan hitampun tidak ada,akhirnya muridnya yang bernama alka'biy sedikit bberbeda dalam beberapa masalah, diantaranya irodahnya allah bukan lah sifat yang ada pada dztnya allah dan allah tidak punya kehendak terhadap dzatnya dan irodahnya allah bukan lahhal baru yang berada di suatu tempat namun tidak ditempat yang lain
            ketika dikatakan " allah adalah dzat yang maha berkehendak" maka yang dimaksud adalah allah maha mengetahui dan berkuasa, tidak terpaksa melakukan pekerjaan dan juga bukan dzat yang memaksa. ketika dikatakan "allah adalah dzat yang maha berkehendak atas pekerjaan yang dilakukan" maka yang dimaksud adalah allah yang menciptakan pekerjaannya sesuai dengan apa yang ada pada ilmunya allah. ketika dikatakan " allah adalah dzat yang mah menghendaki atas pekerjaan yang dilakukan oleh hambanya" berati yang dimaksud adalah allah yang memerintah untukmelakukannya dan meridlohinya
12.  jubaiyyah dan bahsyamiyyah


            jubaiyyah dan bahsyamiyah adalah golongan pengikut abi ali muhammad bin abdul wahab al juba'i yang meninggal dunia pada tahun 295 H dan juga putranya yang bernama hasyim abdussalam yang meningal dunia pada tahun 321 H. mereka berdua adalah pengiut golongan mu'tazilah daerah basroh yang mempunyai pendapat yang sama namun sedikit berbeda dengan para pengikutnya, diantaranya :
Ø  adanya sebuah kehendak pada seorang mahluk namun tidak pada saat allah juga berkehendak,
Ø  adanya sebuah ta'dzim (penghormatan atau pengagungan) namun tidak pada saat allah meng agungkan dztnya
Ø  adanya penghancuran namun tidak pada saat allah ingin menghancurkan
Ø  allah adalah dzat yang memiliki sifat mutakalliman (maha berfirman) allahberfirman karna allah sendiri yang menciptakannya
            sebenarnya berbicara menurut mereka berdua harus berupa suara  dan huruf yang tersusun. mutakallim atau orang yang berbicara adalah orang yang melakukan pembicaraan bukan orang yang bisa bicara
            namun syeh juba'i memiliki pendapat lagi yang tidak sama dengan pengikutnya, yaitu : ketika seseorang membaca al qur'an allah menciptakan suara bacaan  yang dibaca oleh orang tersebut, namun semuanya sepakat bahwa allah tidak bisa dilihat dalam surga nanti
            mereka juga mengatakan bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang diciptakan oleh orang itu sendiri seperti kebaikan, keburukan, ketaatan atau kemaksiatan
            termasuk kesesatan yang dilakukan juba'i adalah, dia mengatakan allah adalah dzat yang pantas untuk ditaati ketika memang allah memenuhi apa yang diharapkan oleh hambanya. dia juga mengatakan nama nama allah tergantung dengan apa yang dilakukan oleh allah.
            abu hasan al asy'ari berkata pada al juba'i "apakah berarti allah adalah penghamil wanita, karna allah yang menciptkan kehamilan pada seorang wanita". al juba'i menjawab "ya". abu hasan al asyari berkata pada al juba'i : kesesatan mu ini lebh parah dai pada kesesatan yang dilakukan oleh orang nasrani, kenapa ? karana mereka masih mengatakan bahwa allah adalah ayah nabi isa tapi mereka tidak memperbolehkan seseorang mengatakan allah adalah penghamil sayyidah maryam dan lain lain.
            masih banyak lagi gtolongan yang tidak saya sebutkan seperti golongan jahmiyyah, dlororiyyah dan kiromiyyah saya tidak menyebutkannya karna saya khawatir terlalu panjang.meskipun sebenarnya yang saya sebutkan ini sudah sedikit panjang namun sebenarnya tak pantas saya sebutkan karna ini adalah kitab kecil dan ringkastapi saya yakin apa yang saya sebutkan ini pasti berguna seperti dapat memberikan sebuah pengetahuan pada seorang pelajar tenteng pendapat pendapat yang menyimpang dari jalan yang benar, karna jika tak mengetahuinyanya mana mungkin bisa menghindarinya seperti yang disebutkan dalam sebuah sya'ir
عرفت الشرلا للش ~ ر لكن لتوقيه
ومن لا يعرف الشر ~ من الناس وقع فيه
artiya :
aku mengetahui keburukan bukan untuk aku lakukan tapi agar aku bisa menghindarinya
barang siapa tidak mengetahui keburukan, pasti akan terjerumus kealamnya
meskipun orang orang muslim terpecah belah menjadi beberapa golongan yang sangat banyak, namun akan tetap ada yang benar, karna nabi SAW bersabda :
لا تزل من امتى طائفة منصورين لا يضرهم من خدل هم حتى تقوم الساعة - روه ابن ماجه
artiya : akan selalu ada golongan dari umatku yang selalu diberi pertolongan dan tidak ada yang bisa menyakitinya sampai hari kiamat (HR. imam ibnu majah).
            oleh karna itu munculah nama ahlussunnah wal jama'ah bagi orang orang yang selalu mengikuti sunnah nabi dan para shahabat dalam masalah aqidah amaliyah dan akhlak , mereka yang akan selalu berada pada jalan yang benar.
            dari golongan orang orang ahlussunnah wal jama'ah tersebut ada yang tersibukkan mencari hujjah dan dalil yang bersifat aqliyah dan naqliyyah dalam masalah keyakinan agar bisa mematahkan keyakinan orang orang yang tidak sepaham, mereka yang diseut mutakallimin atau ahli kalam.
NB : yang dimaksud dengan kalam disini adalah sebuah ilmu yang mampu memunculkan sebuah aqidah agama berdasarkan dalil aqli
            dan ada juga yang sibuk dengan ilmu ibadah, transaksi, pernikahan, fatwa hal hal yang berhubungan dengan had, jihad (perang), atau memerdekakan budak. merekalah yang disebut dengan "fuqoha' atau ahli fiqih"
NB : fiqih adalah ilmu mempelajari hukum hukum syariat yang diambil dari dalil dalil yang bersifat tafsili atau perinci.
            ada juga yang sibuk dengan mengumpulkan hadis hadis nabi sekaligus membeda bedakan antara shohih, marfu', mauquf, muttasil,dan munqoti'nya sebuah hadis (istilah dalam ilmu mustholah). mereklah yang disebut dengan muhaddisin atau ahli hadist
NB : hadis adalah hal hal yang dinukil dari nabi baik berupa ucapan, pekerjaan, atau pengakuan nabi.
            ada juga yang sibuk memperbanyak melakukan amal sholih seperti melakukan kewajiban, kesunnahan, membersihkan hati dari ahlak yang tercelaseperti sombong, bangga diri riya' dan hasud begitu juga dengan menghias hati dengan ahlak ahlak yan terpuji seperti rendah diri, ikhlas, berbaik sanggka pada allah . merekalah yang disebut sufiyyah atau ahli taswwuf nama ini (sufiyah) berbeda dengan nama nama yang lainnya, nam yang lain disesuaiakan dengan kesibukannya masing masing seperti tadi nama muhaddisin karna kesibukan mereka mengumpulkan hadis dan juga ahli fiqih karna mereka sibuk dengan fiqih.
            namun berbeda dengan nama suffiyyah, nama suffiyyah diambil karena untuk menyesuaikan dengan baju yang mereka kenakan, karena saat orang sufi tersibukkan dengan hal-hal yang saya sebutkan di atas, mereka tidak sempat mengenakan atau mencari baju yang pantas untuk digunakan akhirnya mereka menerima baju-baju yang jelek. yaitu baju yang ditenun dari bulu domba (almansuhah min suufi ghonam) akhirnya muunculah kata "suufi" dari kata tersebut.
            ada yang mengatakan seseorang dikatakan tasawuf ketika memakai baju tersebut. kemudian kata tasawwuf lebih sering dikgunakan untuk orang yang menyiapkan bekal untuk akhiratnya, meninggalkan hiasan dunia dan kenikmatannya. orang yang seperti ini bisa dikatakan ahli tasawwuf.
            seorang ahli sejarah yang terkenal dengan nama abdurrahman bin kholdon yang termasuk ulama' abad 8 hijriyah, beliau berkata dalam kitabnya "al-mukaddimah" : "fiqih yang digali dari dalil syar'i pasti menimbulkan banyak perbedaan antara para mujtahid (orang yang mengerahkan kemampuannya untuk memperoleh hukum syari'at) dan itu disebabkan karena berbeda-bedanya penemuan yang mereka temukan (kuat dan lemahnya) atau kerena dalil dan cara berfikir mereka. perbedaan pasti terjadi karena adanya delapan penyebab, dalam artian setiap perbedaan akan timbul dari delapan hal berikut :
1. adanya kesamaan dalam segi lafadz dan makna
2. penggunaan arti hakikat dan majaz
3. bentuk lafadz berupa tarkib dan tidak
4. berupa lafadz yang khos dan am
5. merupakan dalil yang diriwayatkan dan dinukil
6. berijtihad dalam hukum yang tidak ada dalilnya
7. berupa dalil yang menaskh (menghapus) atau dinaskh (dihapus)
8. dalil menunjukan keperbolehan atau kebebasan
tambahan : nadzor adalah berfikir yang bisa menyampaikan seseorang pada apa yang dituju atau mengatur sesuatu yang diketahui agar bisa mengetahui sesuatu yang belum diketahui.
            perbedaan ini semakin meluas dalam agama, orang-orang islampun terpecah menjadi beberapa kelompok karena memang berbeda-bedanya madzhab. pada saat tersebut golongan orang-orang yang bertaqlid memiliki kebebasan untuk mengikuti siapapun yang mereka inginkan dari para mujtahid dan keperbolehan menanyakan permasalahan permasalahan apapun pada mereka.
            saat urusan madzhab berakhir pada empat imam, yaitu imam abu hanifah, imam malik, imam syafi'i, dan imam ahmad bin hambal yang semuanya memiliki derajat yang tinggi maka seseorang hanya boleh memiliki salah satu dari mereka berempat. kemudian empat madzhab ini menjadi dasar atau inti dalam beragama yang akhirnya munculah perbedaan atau khilaf di antara kelompok yang berpegang teguh pada empat madzhab ini. khilaf yang terjadi hanya bekisar dalam masalah nas-nas syariat. mereka-pun saling berfikir untuk mentashih atau membenarkan pendapat imam mereka masing-masing dan menjadi hujah atau dalil dari pendapat mereka.
            sebenarnya masih ada madzhab lain selain madzahibul arba'ah, hanya saja kekurangan pembukuan secara sempurna dalam bab-bab fikih menyebabkan tidak diketahuinya keberadaan mereka.
            sudah diketahui bahwa empat imam ini juga memiliki kemampuan dalam bdang ilmu yang lain, seperti akidah, ilmu tafsir dan amaliah yang lain. hal ini sudah sangat jelas sekali bagi mereka yang mau membaca sejarah beliau seperti yang dijelaskan imam ghozali dalam kitab ihya'-nya. namun beliau semua lebih tersibukkan dengan ilmu fikih, karena pada masa beliau ilmu fikih yang paling diutamakan dan tidak adanya nas yang sangat jelas untuk menjawab segala permasalahan yang terjadi. sedangkan permasalahan-permasalahan baru dalam masalah ibadah atau yang lainya selalu saja terjadi dan bertambah. dan tidak semua orang bisa menggali hukum dari sebuah dalil. seandainya hal itu dibiarkan, apa yang akan terjadi pada mereka ? mereka tidak akan bisa menemukan jawaban dari setiap permasalahan yang mereka alami
            namun pada waktu itu juga tertjadi kebidahan dalam masalah aqidah dan permasalahan lainnya namum tidak sampai menyebar kesegala penjuru dan tidak terlalu besar.
tambahan :
·        hawa menurut bahasa adalah kesenangan namu kemudian oleh syara' dijadikan istilah kecondongan hati pada apa yang mencocokinya kemudian dalam ilmu aqidah dijadikan istilah aqidah yang dimiliki oleh seseorang namu tidak diambil dari dalil syar'i atau dalil aqli tapi diambil dari kata hati atau kecondongan hati
·        syaror menurut bahasa adalh api yang beterbangan namun penyeutan memakai majaz istiaroh karna menyerupakan bid'ah dan hawa nafsu dengan api
            dan setelah masa empat imam ini kebidahan semakin bertanbah kuat dan semakin menyebar hingga terjadi pertumpahan darah dan kerusakan diberbagai negara akhirnya para pemuka agama dari para pengikut madzahibul arba'ah bertindak untuk melakukan pencegahan dan penolongan dengan menegakkan aqidah aqidah yang dilakukan oleh salafus sholeh yaitu para sahabat, tabi'in serta para pengikutnya
dan pada akhirnya urusan  ini berakir pada dua
v  imam abu hasan al asy'ari
v  abu mansur al maturidi
            abu hasan al asy'ari adalah imam yang menegakkan sunnah sunnah nabi, pemimpin ulama' ahli kalam . beliau berasal dari keturunan ali bin isma'il bimn abi bassyar ishaq bin salim bin isma'il bin abdillah bin musa bin bilal bin abi bardah bin abi musa al asy'ari. nama asli abi musa adalah abdullah bin qois shahabat rasulullah
abu hasan al asy'ari
            beliau dilahirkan pada tahun 260 H.sebagian riwayat mengatakan beliau selama 20 tahun sholat subuh memakai wudlu sholat isya' (tidak pernah tidur) dan dalam setahu beliau hanya berbekal 17 dirham
            imam ibnu katsir berkata : al istadz abu ishaq al iskiroyani berkata : saat aku berada disamping abu hasan albahili aku merasa diriku bagaikan setetes air yang menetes kedalam lautan. aku juga mendengar abu ishaq berkata : : saat aku berada disamping abu hasan al asy'ari aku merasa diriku bagaikan setetes air yang menetes kedalam lautan. al qodhi albaqqilani berkata : perilakuku yang paling baik adalah saat aku bisa mengerti apa yang dikatakan oleh abu hasan al asy'ari 
            imam ibnu subki berkata : barang siapa ingin mengetahui keagungan imam al asy'ari dan ingin mencintai beliau sepenuh hati maka hendaklah dia membaca kitab tabyin almuftari yang dikarang oleh alhafidz abil qosim bin asakir, kitab ini termasuk kitab teragung, terbaik, dan terbesar manfaatnya. bahkan ada yang mengatakan : seseorang tidak bisa dikatakan ahli fiqih yang sebenarnya sampai dia bisa mengerti kitab tabyin almuftari
abu mansur almaturidi
            beliau berasal dari keturunan muhammad bin muhamad bin mahmud yang bermadzhab hanafi, sebagian orang menyebut beliau maturidi namun sebagian yang lain menyebutnya maturiti
            maturidi atau maturiti adlah sebuah tempat atau desa yang berda di daerah samarkondi.
            beliau memiliki julukan imamul hadi, beliau yang membantah golongan mu'tazilah orang orang yang selalu melakukan kebidahan pada saat melakukan perdebatan dan percakapan denganmereka sampai akhirnya mereka semua terdiam
            imam asy'ari dan imam almaturidi inilah yang paling menolak dan palig mencegah adanya perubahan dalam aqidah dan amaliyah yang telah diajarkan oleh pengikut madzahibul arba'ah karna beliau mengerti bahwa apa yang di ajarkan oleh empat imam madzahibul arba'ah pasti mengikuti ajaran nabi dan para sahabat
            imam abu hasan al asy'ari dalam bidang ilmu fiqih mengikuti madzhab imam syafi'i (seorang mujtahid abi abdillah muhammad bin idris as syafi'i), sedangkan imam abu mansur al maturidi mengikuti madzhab hanafi (abu hanifah an nu'man bin tsabit)
            akhirnya beliau berdua memperoleh pangkat yang tinggi disisi orang orang hingga mereka semua berperasangka baik pada beliau dan menganggap cukup dengan semua pendapat beliau dan akhirnya dari golongan orang orang mengikuti beliau terbagi menjadi dua kelompok
·        kelompok asy ariyyah
·        kelompok maturidiyyah
            dua golongan ini yang akhirnya terkenal dikalangan orang orang muslim dengan sebutan ahlussunnah wal jama'ah. nama ini dibuat karna untuk membedakan antara golongan asy ariyyah dan maturidiyah dengan golongan golongan mu'tazilah dan golongan ahli bid'ah lainnya
            dan karna golongan ahli hadist dan ahli tasawwuf tidaklah berbeda dengan golongan asy'ariyyah dan maturidiyyah maka mereka juga termasuk golongan ahlussunnah wal jama'ah.
siapa ahlussunnah wal jama'ah ?
            syeh samsuddin muhammad ar ramli dalam kitabnya nihayatul muhtaj syrah minhaj, beliau berkata :ahli bid'ah adalah orang yang memiliki aqidah berbeda dengan aqidah yang dimiliki oleh ahlussunnah wal jama'ah, aqidah ahussunnah wal jama'ah adalah apa yng diajarkan oleh nabi SAW, shahabat, tabi'in serta para pengikutnya, yang dimaksud dengan ahlussunnah pada zaman akhir ini adalah abu hasan al asy'ari, abu mansur al maturididan para pengikutnya yaitu para ulama' yang lain al allamah as sayyid muhammad bin muhammad al husaini yang terkenal dengan nama murtadhozzabidi dalam fasal kedua dari muqoddimah syrah kitab quwaidul aqoid minal ikhya' beliau berkata : ketika disebutkan ahlussunnah wal jama'ah maka yang di maksud adalah golongan ulama' asyari dan maturidi
            as syeh ahmad bin musa al khoyali dalm hasiyah syrah aqoid yang dikarang oleh imam najmuddin umar bin muhammad, beliau berkata : golongan asy'ari adalah ahlussunnah wal jama'ah dalam artian ketika disebutkan ahlussunnah wal jama'ah maka yang dimaksud hanya golongan asy'ari saja. ini adalah pendapat yang masyhur di yarhurasan (afgsnistan), iraq, syam dan mayoritas negara islam lainnya
            berbeda dengan di diyyar (suatu daerahh yang berada di belakang bengawan jaihun yang berada di khowarizmi afgaistan) ketika disebutkan ahlussunnah wal jama'ah maka yang di maksud adalah golongan maturidi yaitu para pengikut imam abu mansur.
            imam alkustuly dalam khasiyah syrah aqoid beliau berkata : yang mashur di diyarhurosan, iraq, syam, dan mayoritas negara lainnya yang dimaksud dengan ahlussunnah wal jama'ah adalah golongan asy'ariyyah yaitu para pengikut imam abu hasan al asyari
            imam abu hasan al asyari adalah orang yang pertama kali menyimpang dari ajaran abu ali al juba'i (guru besar mu'tazilah)dan beliau berhenti tidak mengikuti semua pendapatnya dan memilih jalan sendiri yaitu jalan yang ditempuh oleh nabi dan para shahabatnya.
            ilmu yang pertma kali dipelajari oleh beliau adalah ilmu kalam itupun beliau peljari dari syeh aljuba'i namun akhirnya beliau tidak lagi menimba ilmu kepadanya dam keluar dari mu'tazilah. dan itu beliau umumkan didepan semua orang. pada hari jum'at beliau naik keatas mimbar dan berkata sambil berteriak : barang siapa mengetahuiku maka dia telah mengenalku namun yang belum mengetahuiku maka ketahuilah aku adalh orang dari anak seseorang aku dulu mengtakan bahwa al qur'an adalah mahluk aku juga mengatkan allah tidak bisa dilihat dengan mata disurga nanti aku  juga mengatakan seorang hamba bisa menciptakan perbutannya sendiri tapi ingatlah sekarang aku telah bertaubat, aku keluar dari mu'tazilah dan aku akn menetang mereka, akhirnya beliaupun menetang mereka dan mengrang sebuah kitab yang menjelaskan tentang kesesatan mereka diantara cerita yang sudah terkenal tentang terkalahkannya mu'tazilah adalah perdebatan imam abu hasan al asy'ari dengan abu ali al juba'i, pada saat itu yang diperdebatkan adalah masalah tentang tiga orang yang mati, yang pertama mati dan tergolong orang yang taat, yang kedua mati dan tergolong ahli maksiat, yang ketiga mati dalam keadaan masih kecil.
             imam asy'ari berkata pada al juba'i :" apa pendapatmu tentang mereka bertiga".
             aljuba'i menjawab : "yang pertama dibalas surga, yang kedua disiksa dineraka,        dan yang ketiga tidak di masukkan surga dan juga tidak disiksa".
             imam asy'ari berkata : "seandainya orang yang ketiga berkata : wahai tuhanku        mengpa engkau mencbut nyawaku padahal aku masih kecil, seandainya engkau            membiarkanku tetap hidup maka aku akan taat kepadamu sehingga engkau bisa            memasukkan ku kedalam surga. apa yang akan dikatakan oleh tuhan".
             al juba'i menjawab : "tuhan akan mengatakan :aku lebih tau dari pada engkau,         seandainya engkau aku biarkan tetap hidup dan tumbuh besar, engkau akan         bermaksiat dan akan masuk neraka, oleh karna itu inilah yang terbaik untukmu.
            imam asy'ari berkata : seandainya orang yang kedua berkata : wahai tuhan ku          mengpa engkau tidak mencabut nyawaku pada saat aku masih kecil sehingga aku         tidak akan berada dalam neraka ?. apa yang akan dikatakan oleh tuhan ?".
             al juba'i merasa bingung dan imam al asy'ari pergi meninggalkannya.
            dan akhirnya beliau imam asy'ari dan parapengikutnya sibuk untuk memathkn semua pendapat mu'tazilah dan beliau lebih memilih mengikuti golongan besar seprti yang dikatakan oleh nabi
            di beberapa peumahn yang berada dibelakang bengawan jaihun terdapat sebuah pebdapat yang mashur yaitu ketika disebutkan ahlussunnah wal jama'ah maka yang dimaksud adalah golongan maturidiyah yaitu para pengikut abu mansur al maturidi
antara dua golongan ini terdapat perbedaan kecil disebagian permasalahan dasar seperti masalah takwi, istisna' dan masalah imannya sseorang yang bertaqlid
            dalam permasalahan takwin golongan asy'ariyah dan maturidiyyah mamperselisihkan haqiqat sebenarnya, apakah takwin yang benar benar mewujudkan atau bukan ?
golongan maturidiyyah mengatakan : semua sifatul af'al seperti menciptakan, memunculkan, memulai permulaan, memberi rizqi, menghidupkan, menbinassahkan, dan lain lain selain qudroh (kuasa)semuanya kembali pada satu sifat azali yatu takwin, namun takwin bukanlah yang mewujudkan
            golongan asy'ariyah mengatakan : sifat takwin tidaklah perinci, tapi sifat uqdroh yang masihmelihat ta'alluqnya dengan ubungan tertentu contoh seperti menciptakan, menciptakan adalah qudroh karna melihat ta'alluqnya dengan mahkluk, memberi rizki termasuk sifat qudroh karna melihat hubungannya dengan menyamoaikan rizki
            dalam permasalahnan istisna' dua golongan ini uga berbeda seandainya adaorang mengatakan sya beimann insya allah, menurut golongan asy ari perkataan sperti ini diperbolehkan sedangkan golonsgn maturidi tidak memperbolehan.
dan juga dalam masalah imannya sesseorang yang bertaqlid, para ulama' pun berbeda pendapat dalam permasalahan ini
            imam abu mansur al maturidi mengatakan : oarang awam juga termasuk orang yang beriman dan engetahui tuhannya, mereka juga akan menjadi penghuni surga seperti yang diterangkan dalam hadist. karna dalam permasalhan iman, intitnya seseorang tersebut meyakini keesaan allah, allah maha dahulu dan meyakini bahwa yang selain allah merupakan sesuatu yang hadist (baru). hanya saja mereka tidak bisa mengibaratkannya dengan istilah istilah yang ada dalam ilmu tauhid, keterangan ini uga ditulis oleh imam albajuri dalam kitab tuhfatul murid
            imam al asy'ari bersama al qodi abu bakar al baqillani dan orang orang yang sepaham dengan beliau berpendapat wajibnya ma'rifat pada allah, tidal cukup hanya dengan bertaqlid saja namun apakah orang yang bertaqid ini dikatakan orang mukmin yang bermaksiat atau tidak, ini masih diperselisihkan, karna orang tersebut meninggalkan kewajibannya yang berupa makrifat, karna dengan makrifat inilah orang tersebut bisa mendapatkan pandangan yang benar,atu mukmin yang tida bermaksiat, kecuali ketika orang tersebut memiliki keahlian untuk bisa menemukan pemahaman yang benar. atu malah sama sekali tidak tergolong mukmin
imam tajuddin assubki berkata dalam qosidah nuniyyah :
ما ان يكفر بعضهم بعضا ولا = ادري عليه وسامه بهوان
الا الذين بمعزل عنهم فهم = فيه تحت عنهم الفأتان
هذالاالصواب فلا تظنن غيره = واعقد عليه بحنصر و بنان
            syeh tajuddi asubki dalam kitab syarah aqidah imam imam ibnu hajib, beliau berkata : ketahuilah bahwa ahlussunnah wal jama'ah sepakat atau sama dalam satu keyakinan tentang masalah sifat wajib, sifat jaiz dan sifat muhal bagi allah, para rasul dan para malaikat meskipun cara dan ilmu dasar mereka berbeda atau sudut pandang dan alasan yang sedikit berbeda.
tanbahan : lafadz لمية  merupakan nisbat dari kata  لِمَ (lam huruf jer dan mim istifham yang dibuang alifnya)seperti yang dikatakan oleh imam as shoban
            syeh al malawi dalam syarah sulam munawarok beliau berkata : burhan atau dalil terbagi menjadi dua, salah satunya adalah dalil yang bersifat limiyyah atau sebab yatu dalil yang mana haddul wasat menjadi alasan disandarkannya hadddul akbar pada haddul asghor dalam hati dan kenyataannya
contoh : zaid wajahnya pucat, orang pucat pastu terkena demam, berarti zaid sedang demam. pucat menjadi alasan disandarkan nya hukum demam pada zaid
            dan dalil ini diberi nama dalil limiyyah karna menimbulkan arti faedah dan karna bisa menjadi jawaban dari sebuah pertanyaan lima kana kadza (bagaiman bisa seperti ini ?)
tambahan : dalil istiqro' adalah penelitian terhadap bagian suatu benda untuk menghukumi sesuatu yng dikandung oleh bagian tersebut. inilah pengertian yang diterangkan oleh imam ghozali dalam itab al mustasfa
            secara global ahlussunnah wal jama'ah setelah kai teliti terbagi menjadi 3 golongan :
  1. ahli hadist
            ahli hadist bertendensi pada dalil dali yang bersifat sam'i seperti al qur'an, hadist dan ijma'.
hadist adalah hal hal yang dinukil dari nabi SAW baik berupa ucapan, perbuatan atau pengakuan
            ijma' adalah kesepakatan para mujtahid dalam permasalahan apapun yang terjadi setelah waftanya nabi SAW
  2. ahli nadzor (ahli berfikir dan membuat pemikiran)
            mereka adalah  golonga asy ariyah dan hanafiyyah, guru besar golongan asy ariyyah adalah abu hasan al asy ari sedangkan guru besar hanafiyyah adalah abu mansur al maturidi. namun mereka sepakat mengenai dasar dasar lmu aqli dalam hal hal yang harus dipelajari seperti beberapa masalah yang masih membutuhkan dalil untuk menetapkannya
            mereka juga sepakat mengenai dasar dasar ilmu sam'i dalam hal hal yang dianggap mungkin oleh akal dan juga dasar dasar ilmu aqli dan sam'i dalam hal hal yang lain. merka semua juga sepakat dalam masalah keyakinan kecuali masalah takwin dan taqlid seperti yang telah dijelaskan
  3. ahlul wijdan dan kasyf (istilah ilmu sufi)
mereka adalah golongan sufiyyah dasar dasarnya seperti dasar dasar ahli nadzor, pertama menjadi ahli hadist terakhir menjadi ahli kasyf dan ilham
            imam ibnu subki dalam kitab jam'ul jawami' beliau berkata : munculnya sesuatu di dalam hati yang mampu membuat hati merasa dingin. dan ini di berikan oleh allah kepada orang orang yang telah dipilihnya, namun ilham tidak bisa dibuat hujjah karna tidak bisa dipercayainya seseorang yang tidak ma'sum (orang yang dijaga oleh allah dari segala dosa) atas segal sesuatu yang terlintas dalam hatinya
tambahan : ma'sum adalah orang yang dijaga oleh allah dari segala dosa dan kemaksiatan seperti para nabi syeh az zabidi berkata : al wijdan al ilhami adalh perolehan sebuah ilmu namu hanya terkhususkan bagi orang oerang yang bisa menemukannya
            perlu diketahui bahwa imam alasy'ari dan imam al maturidi tidak membuat pendapat baru adau madzhab mereka sendiri namum beliau hanya menetapkan atau menguatkan madzhab ulama' salaf seperti para shahabat, tabi'in dan para pengikutnya beliau berdualah yang akan selalu menolak dan selalu menanggulangi hal hal yang tidak benar dengan apa yang diajarkan oleh para shahabat dan para pengikutnya
imam abu hasan al asy'ari lebih mendalami nas nas madzhab syafi'i dan maliki beserta hukum hukum yang di dapatkan dari nas nas tersebut. sedangkan imam al maturidi lebih memilih untuk mendalami nas nas madzhab hanafi dan hukum yang dimunculkan dari dalil tersebut
dan nas nas itulah yang terdapat dalam 5 kitab :
·        al fiqhul akbar
·        ar risalah
·        al fiqhul absath
·        kitahbul ilmi wa muta'allim
·        al wasiyyat
perna suatu ketika abu hasan al asy ari dan abu mansur al maturidi mengjak orang orang yang senang melakukan kebidahan dan kesestan untuk berdebat sampainya akhirnya orang orang tersebut tida bisa berbicara dan tidak bisa menjawab, merekapun akhhirnya kalah dan terpecah belah
inilah haqiqat jhad yang sebenarnya seperti yang di jelaskan ole syeh murtadozzabidi penisbatan pada imam asy'ari dan imam maturidi sehingga menjadi asy ariyyah dan maturidiyyah hanyalah sebuah ungkapan bahwa dua imam inilah yang telah mengikat semua ajaran ulama' salaf dengan secarik kain
tambahan :
Ø  penyerupaan hal hal yang telah dielaskan oleh imam asy ari dan imam maturidi mengenai dalil ajaran ulama' salaf dengan mengikat secarik kain hanya karna dalam segi tidak bisa terbengkalai dan hilangnya apa yang telah mereka ajarkan
Ø  an nithoq adalah sepotong kain yang dipakai oleh seorang wanita yang digunakan untuk mengikat perutnya, bagian ujung atas dan ujung bawahnya dibiarkan memanjang sampai menyentuh tanah dan juga tidak mempunyai hujjai naifaq dan tempat untuk dua kaki, hujjah adalah tempat iakt pinggang (sabuk), naifaq adalah tempat yang sedikit lebar yang terdapat pada celana
            abu hasan dan abu mansur sangat tegas dalam dalam mengeluarkan dalil dan bukti tentang kebenaran ajaran ulama' salaf, dan untuk orang orang yang mengikuti beliau dalam segi cara dan dalilnya di sebut asy'ariyah dan maturidiyyah
            al izzudddin bin abdussalam menyebutkan bahwa aqidah aqidah abu hasan al asy'ari yang disepakati oleh golongan syafi'iyyah, malikiyyah, hanfiyyah dan dan tokoh tokoh madzhab hambali untuk selainnya masih belum mensepakati aqidah ini
            apa yang di sebutkan oleh syeh izzuddin bin abdus salam ternyata juga di setujui oleh ulama; samasa beliau seperti guru besar madzhab maliki pada saat itu yaitu abu amr bin hajib dan juga guru besar madzhab hanafi yaitu syeh jamaluddin al hushoiri. dan apa yang dikatakan oleh syeh izzuddi bin abdus salam ini ternyatta diakui oleh imam taqiyuddin as subki dalam keterangannya yang telah dinukil oleh putra beliau yang bernama at tajussbki dan yang telah dikatakan oleh syeh abdillah al mayuriqi yang telah disebutkan tadi dalam kalam syeh az zabidi yang tertulis : ahlussunnah itu dari golongan malikiyyah, syafi'iyyah dan mayoritas hanafiyyah namun mereka semua menolak hal hal baru yang menyesatkan dengan dalil dalil abu hasan al asy ari dan berhujjah dengan hujjah beliau abu hasanbukan lah orang pertama kali yang berbicara atas nama ahlussunnah namun sebenarnya beliau hanya berjalan mengikuti ulama' sunnah sebelum beliau atau karna pembelaan belaiu terhadap madzhab imam malik dan imam syafi'i
            kemudian beliau menambah madzhab hany sebagai hujjah atau penjelasan, beliau tidak membuat pebdapat yang bersumber dari beliau sendiri atau sebuah madzhab sendiri yang berbeda dengan yang lain
            apakah kalian tau bahwa madzhab orang orang madinah dinisbatkan pada imam malik, sehingga barang siapa mengikuti madzhab orang orang madinah maka dia bisa dikatakan golongan malikiyyah padahal imam malik hanya berjalan mengikuti ulama' ulama' sebelum beliau hanya saja saat beliau menambah madzhab yang tujuannnya hanya sekedar untuk menjelaskan saja, akhirnya madzhab itu dinisbatkan pada beliau. begitu juga imam abu hasan al asy'ari, sama seperti beliau.  
abu hasan al asy ari dalam penbelaan madzhab ulama' salaf yang beliau sampaikan tidaklah lebih banyak atau keluar dari penjelasan madzhab ulama' salaf
            syeh abdillah al mayuriqi pernah menghitung kelompok besar dari para pemimpin madzhab maliki ternyata mereka jug mengunakan madzhab asy ari dalam menolak dan menanggulangi terjadinya kesesatan bahkan mereka membidahkan orang orang yang berbeda dengan beliau
            syeh at tajus subki mengatakan : golongan malikiyah adalah golongan yang paling khusus dengan asy ariyyah karna kami tidak pernah mengetahui orang malkiiyyah yang tidak asy ariyyah, untuk selain malikiyyah banyak yang lebih kemu'tazilah da golongan orang orang yang menyerupakan allah dengan makhluk. meskipunsaya tau bahwa golongan seperti ini adalah golongan terbodoh
tambahan : ar roa' adalah pemuda pemuda bodoh
at toghom : orang orang rendahan yang hanya memperdulikan perutnya saja
            imam ibnu asakir menyebutkan dalam kitabnya yang berna ma tabyinil muftari bahwa imam abul abbas al hanafi yang dikenal dengan sebutan qhodil askar yang termasuk imam madzhab hanafi dan juga tergolong ulama' terdahulu dalam ilmu klam pernah mengatakan: saya pernah tahu kalau memang abul hasan al asyari ini memiliki banyak itab dalam fan ini (usuluddin) yang jumlahnya hampir seratus kitam diantaranya kitab mujazul kabir yang isinya secara umummencakup semua isi dari kitab beliau yang lain beliau mengaang semua kitab ini karna intu mengoreksi pendapat mu'tazilah karna beliau sendiri dulu berkeyakinan sam adenganmereka bahkan berada dalam golongan mereka namun allah menunjukkkan kesesatan mu'tazilah pada beliau dan beliau akhirnya memilih untuk berpisah dari mereka dan membuang semua keyaknan yang beliau dapatkan dari mereka namun kemudian beliau mengarang kitab dengan tujuan membantah semua tuduhan atau ajaran ajaram mereka, sampai akhirnya mereka kehabisan hujjah dan kalah
            mayoritas pengikt madzhab syafi'i setuju dengan apa yang telah ditetapkan olh imem al asy ari bahkan mereka mengarang banyak kitab yang menjelaskan kesamaan pedapatmereka dengan pendapat abu hasan
            imam at tajus sbki mengatakan aku pernah mendenga ayahku taqiyuddin as subki mengatakan "aqidah yang dimilki oleh imam at thohawi sama dengan aqidah yang dimiliki oleh asy'ari hanya berbeda dalam tiga permasalahan syeh almurtadozzabidi mengatakan imam abii ja'far at tohawi al hanfi  wafat di mesir pada tahun 331 H dan itu adalah masa hidupnya abu hasan al asy ari dan abu mansur al maturidi beliau imam asy ari wafat pada tahun 324 H sedangkan imam maturidi wafat pada tahun 333 H.
tambahan : nama a subki adalah hasil dari sebuah penisbatan pada salah satu daerah atau desa yang ada di mesir akhirnya imam taqiyyuddin ali bin abdil kafi selaku pengarang kitab takmilah syarah muhadzab dan juga putra beliau tajjuddin abu mansur abdul wahab yang kitab jam ul jawami' dan syeh baha' uddin pengarang kitab urusul afrah, dinisbatkan pada daerah tersebut

imam at tajuddin as subki mengatakan : saya tau bahwa semua madzhab maliki adalah pegikutt asy ariyah tidak satupun yang tidak, madzhab syafi'i mayoritas asy ariyyah karna sebagian kecil dari madzhab syafi'i lebih memilih untuk menjdi ahli tajsim yaitu goongan yang berpendapat allah memiliki jisim dan sebagian kecil lainnya memilih kemu'tazilah. madzhab hanafi mayoritas asy ariyah dalam artian madzhab hanafi juga meyakini akidah yang dimilii imam asy ari saya mengtakan seperti ini karna di awal tadi telah say sebutkan bahwa madzhab hanafi menikuti ajaran maturidi namun karna asy ariyah dan maturidiyah sama, hanya berbeda dalam 3 halseperti yang telah saya sebutkan maka bolehlah kita katakan madzhab hanafi mayoritas asy ariyah namun juga ada sebagian orang pengikut madzhab hanafi yang masuk dalam golongn mu'tazilah namun dalam madzhab hanafi mayoritas tokohnya pengikut madzhab asy ariyah yang meyakini aqidah aqidah asy ari namun dalam madzhab hambali juga ada yang mengikuti golongan ahli tajsim dan ahli tajsim terbanyak dan terbesar dari golongan hambali