siapa ahlussunnah wal jama'ah ..... ?
Segala puji bagi
allah yang telah menjadikan kita termasuk golongan yang berpegang teguh dengan
tali yang kuat [agama islam] dan yang telah menyelamatkan kita untuk tidak
terbujuk dengan propaganda yang dilakukan oleh orang orang yang tersesat
sholwat serta
salam semoga tetap tercurah lipmpahkan pada junjungan kita nabi muhammad SAW
yang suci hati maupun fisiknya. dan juga para keluarga serta sahabatnya yaitu
orang orang yang tenggelam dalam samudra yang penuh dengan rasa ittiba' pada
nabinya
Saya telah
mengarang sebuah risalah yang saya beri nama kawaib al-lama'ah untuk
menjelaskan siapa yang di maksud dengan ahlussunnah wal jama'ah. risalah ini
telah di akui oleh orang orang ahlussunnah dan mereka juga sangat senag sekali
bahkan mereka percaya dengan adanya risalah ini mereka akan mendapatkan apa
yang telah menjadi angan angan mereka.
Dan pernah
sebagian tokoh ulama' ahlussunnah mengadakan sebuah pertemuan guna untuk
mentashih dan mengoreksi risalah ini. dan itu diadakan di kota denanyar jombang
pada akhir tahun 1383 hijriah
karna risalah ini
merupakan risalah yang kecil dan ringkas, terkadang sebagian isinya terasa tak
jelas oleh sebagian orang. dan mereka pun terkadang kesulitan memehaminya sehingga
mereka saling bertanya dan berdiskusi satu sama lain, akhirnya saya
berkeinginan untuk membantu mereka dari keadaan semacam ini dan
menunjukkanmereka pada pemahaman yang jelas.
saya tulis
risalah yang sangat ringkas ini di sebelah risalah yang akan menyempurnakannya,
menjelaskan apa yang dimaksud dan memudahkan yang terasa sulit. semoga risalah
ini di terima oleh orang orang yang benar benar cinta akan agama, sehingga bisa
bermanfaat khususnya bagi saya nanti dihari yang sangat di butuhkan serta penuh
dengan kesengsaraan yaitu hari kiamat.
dari sini saya
akan memulai apa yang menjadi tujuan saya dengan pertolongan allah SWT tuhan
semesta alam :
[bismillahirrohmanirrohim segala puji bagi allah yang telah
menjadikan kita sebagai golongan yang biusa mendengar dan ta'at] yaitu orang
orang yang ketika memperoleh keputusan atau hukum dari allah dan rasulnya
mereka berkata : kami mendengar dan kami mematuhunya, bukan orang orang yang
memperoleh keputusan atau hukum dari allah dan rasulnya namun mereka berkata :
kami mendengar tapi kami tidak mau mematuhinya.
[dan yang telah
menolong kita untuk selalu mengikuti sunnah sunnah nabi dan menetap disebuah
jama'ah] maksudnya yang telah memberi kita kemampuan untuk bisa mengikuti
sunnah nabi muhammad SAW dan juga para kholifah setelah beliau. inilah yang
diwasiatkan oleh nabi dalam sebuah hadistyang di riwayatkan oleh al-irbadh bin
sariyyah, beliau berkata : rasulullah
pernah memberi nasehat pada kami, sebuah nasehat yang membuat hati kami merasa
takut dan meneteskan air mata. kamipun berkata pada beliau, wahai rasulullah
sungguh nasehatmu seperti orang yang ingin berpamitan. rasulullah berkata pada
kami : aku berpesan pada kalian semua untuk selalu bertakwa kepada allah serta
mendengar dan mentaati perintahnya dan seandainya kalian dipimpin oleh
seseorang dari golongan kalian sendiri dan kalian melihat banyak sekali
perpecahan dan perbedaan maka ikutilah sunnahku dan sunnah para
khulafa'urrosyidin, peganglah ini sekuat orang yang menggigit dengan gigi
gerahamnya. dan takutlah kalian akan orang orang yang membuat hal baru (bid'ah)
dalam agama, karna setiap hal baru atau bid'ah itu sesat.
Imam nawawi
berkata : saya meriwayatkan hadist ini dalam kitab sunan abi dawud dan tirmidzi
bahkan imam tirmidzi mengatakan hadist ini hasan dan juga shohih.
dan segala puji
bagi allah yang telah memberikan kita kemampuan untuk selalu berada dalam
sebuah golongan dari beberapa golongan perpecahan umat ini yaitu satu golongan
yang selamat yang telah di sabdakan oleh nabi muhammad SAW.
"orang orang
yahudi terpecah menjadi 71 golongan, satu golongan masuk surga dan yang lainnya masuk neraka, orang
nasrani terpecah menjadi 72 golongan yang
71 golongan masuk neraka dan yang satu masuk
surga. demi dzat yang hidupku
berada di genggamannya, sungguh umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, satu golongan masuk surga dan yang
lainnya masuk neraka. kemudian ada yang bertanya : siapakah mereka
(satu golongan yang masuk surga) wahai
rasulullah ?. beliau menjawab : golongan (besar)"
hadist ini diriwayatkan oleh imam ibnu majah dari auf bin malik
ra. saya katakan yang di maksud "mereka " pada hadist nabi yang
berbunyi "siapa mereka ?" adalah, satu golongan yang masuk surga,
karna memandang hadist lain yang diriwayatkan oleh imam ibnu majah dari
shahabat anas bin malik, beliau berkata :
rasulallah SAW
bersabda : sesungguhnya bani isroil akan terpecah belah menjadi 71 golongan dan umatku akan terpecah menjadi
72 golongan, semuanya masuk neraka
kecuali satu golongan yaitu golongan besar.
[Saya bersaksi bahwa tiada tuhan
selain allah, tuhan yang maha esa. bersaksi merupakan bekal utama] bagi orang
orang yang berharap bisa bertemu adengan tuhannya. dan juga merupakan [modal
terbaik] bagi orang orang yang berharap mendapatkan pahala.
[Dan saya juga bersaksi bahwa nabi
muhammad adalah dan utusan allah yang telah mengharuskan kita untuk selalu
mengikutinya] dalam semua hal selain hal hal yang menjadi khususiyah bagi nabi.
[sholawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada
junjungan kita nabi muhamma SAW yang telah diberiu keistimewaan olah allah,
memiliki syafaat terbesar] yaitu syafaat untk memutuskan sebuah keputusan. dan
itu merupakan derajat atau tingkatan paling tinggi yang akan selau di puji oleh
orang orang terdahulu bahkan sampai orang orang paling akhir. (dan juga semoga
selalu terlimpahkan pada keluarga ,shahabat ,golongan dan para pengikut beliau
)sam pai haari kiamat .
syeh ahmad abul fadl , beliau lahir di sedan dan hidup di
suaidan tepatnya di senori ,salah satu desa yang ada di tuban, putra dari syeh
abdul syakur yang juga lahir di sedan dan wafat di suaidan. semoga allah selalu
memberikan keselamatan pada beliau dari sergala keburukan yang dapat yang
menyebabka kegelapan dan kesesatan. [beliau
syeh ahmad abul fadl bin abdussakur pernah berkata hari ini orang muslim telah
terpecah belah] menjadi beberapa golongan dan ini menjadi bukti akan
kebenarandari hadist yang telah saya sebutkan tadi di awal muquddimah
[dan setiap golongan] dari golongan golongan itu [mengaku bahwa
dialah golongan yang mengikuti sunnah nabi sedangkan yang lainnya menurut
mereka adalah golongan yang selalu melakukan kebidahan dan setiap golongan
tersebut merasa bangga] dengan aqidah dan amaliyah yang mereka miliki. mereka
berkeyakinan, merekalah yang benar.
[dan tiap golongan tersebut berbangga diri dengan pendapat mereka
dan memerintah kan semua orang untuk tunduk pada mereka, meyakini apa yang
mereka yakini dan mengetahui apa yang mereka ketahui]
inilah yang
selalu mereka lakukan [hingga pada akhirnya ahlussunnah wal jama'ah menjadi
tidak jelas menurut sebagian besar umat manusia]. karna ketidak tauan mereka.
[mereka pun sebenarnya bertanya tanya apa sebenarnya ahlussunnah wal jama'ah ?]
oleh karna itu saya ingin melihat umat islam dengan pandangan yang penuh dengan
kasih sayang, mungkin dengan menjelaskan masalah yang penting ini kepada mereka
(orang orang yang lebih mengitamakan agama dari pada yang lain) dan menjelaskan
fenomena yang telah terjadi ini, dapat menyelamatkan mereka dari segala sesuatu
yang bisa menghancurkan mereka yaitu menjadi tidak jelasnya mana yang salah dan
mana yang benar karna ulah yang dilakukan orang orang yang tak berilmu dan juga
banyaknya kebid'ahan yang menyebabkan kegelapan dan kesesatan.
NB :Bid'ah adalah sesuatu yang baru yang terjadi setelah wafatnya
rasulullah dengan mengatasnamakan agama namun tidak sesuai dengan al-qur'an dan
hadist, meskipun dengan memakai metode mafhum ataupun qiyas.
saya mengarang risalah kecil ini dan saya beri
dia nama kawakkib al-lama'ah yang isinya menjelaskan tentang haqiqat sebenarnya
ahlussunnah wal jama'ah.dan saya selalu memohon kepada allah untuk senantiasa
memberikan taufiqnya agar saya bisa mewujudkan apa yang saya inginkan. dan saya
juga berharap, allah selalu memberikan pertolongan kepada saya untuk bisa
menyempurnakannya. serta memberikan petunjuk untuk melakukan kebenaran. dan
semoga bisa menyampaikan isinya dengan baik sehingga dapat difaham oleh orang
orang yang mempelajari dan membacanya. inilah permulaan dari apa yang saya
maksud. semoga allah selalu menuntun kita melakukan apa yang di cintai dan di
ridlohinya. aaamiiiiinnn.
PENDAHULUAN
Tambahan :dalam bahasa rab lafadz مقدمة memliki dua bacaan dengan dua arti yang
sedikit berbeda
1. ketika dibaca مُقَدِّمَةٌ berarti lafadz tersebut berasal dari lafadz قَدَّمَ yang hukumnya ladzim dan berma'na تَقَدَّمَ yang artinya ini adalah masalah masalah
terdahulu dan berada di depan pokok pembahasan
2. ketika dibaca مُقَدَّمَةُ
berarti lafadz tersebut berasal dari lafadz قدّم yang mutaaddi dan artinya adalah ini adalah
masalah masalah yang di dahulukan dari pokok pembahasan yang bisa diambil
manfaat untuk pokok pembahsan tersebut
[ketahuilah]
wahai saudaraku tercinta dan juga para pelajar dan pembaca [dimasa rasulullah
SAW.orang orang
muslim berkumpul dan bersatu menjadi satu dalma satu golongan mereka tidak
saling berbeda beda dalam masalah aqidah dan juga amaliyahnya. apalagi
perbedaan yang dapat menyebabkan perpecahan, sehingga mereka menjadi beberapa
golongan. seperti yang telah difirmankan oleh allah dalam al-qur'an dengan
bentuk pujian, meskipun bukan pujian secara langsung, hanya berupa ayat yang
menunjukkan arti sebuah pujian untuk mereka. allah SWT berfirman :
.........................................................................
artinya :
dan berpegang teguhlah kalian semua pada tali
[agama] allah dfan janganlah kamu berpecah belah (QS.ali-imron 103)
.....................................................................
artinya :
dan janganlah kamu menjadi seperti orang
orang yang terpecah belah dan berselisih, setelah sampai pada mereka bukti
bukti yang jelas.(QS.al-baqoroh 105)
...................................................................
artinya :
muhammad adalh utusan allah dan orang orang
yang bersamanya, semua besikap keras pada orang kafir, namun bersikap penuh
akksih sayang pada sesama (QS.al-fath 29)
.................................................................
artinya:
demikian pula telah kami jadikan kalian semua
sebagai umat pilihan, agar kalian semua bisa menjadi saksi atas [perbuatan]
manusia. (QS.al-baqoroh 143)
................................................................
artinya :
kalian semua adalah umat terbaik yang
dilahirkan untuk umat manusia (QS. al-imron 110)
ayat ini menujukkkan beberapa kefahaman :
1.perintah yang ada pada
ayat..........................[janganlah kamu berpecah belah]dan juga
ayat..........................................[janganlah kamu berselisih] itu
semua mengarah pada orang orang yang hidup di masa nabi muhamad SAW. mengapa ?
karna sean daiunya mereka itu terpecah belah atau saling berselisih maka tidak
mungkin mereka memiliki sifat kasih sayang seperti yang di firmankan oleh
alllah. karna setiap perpecahan atau peerselisihan pasti menimbulkan permusuhan
dan kebencian. dan seandainya nereka seperti ini [saling membenci dan
bermusuhan] maka apa yang di firmankan oleh allah bahwa mereka
................... [saling menyayangi]itu bohong. dan ini tidak mungkin sekali
2. seandainya mereka [orang orang yang hidup
di masa nabi] saling berselisi dan terpecah belah berarti mereka adalah orang
orang yang durhaka. dan jika mereka adalah orang orang yang udrhak berarti
mereka bukan umat pilihan atau umat terbaik yang dilahirkan untuk umat manusia
seperti yang telah difirmankan oleh allah swt. dan ini juga tidak mungkin
terjadi.
oleh
karna itu bisa disimpulkan bahwa mereka adalah orang orang yang berkumpul
menjadi satu, tidak berbeda dalam aqidah dan juga amaliyah. dan allah
memberikan pujian pada mereka seperti yang telah saya sebutkan diatas]
[setelah
wafatnya rasulallah abu bakar dilantik menjadi seoarang kholifah] dg pembaiatan
yang dilakukan oleh orang orang muslim pada tanggal 13 - rabi'ul awal - 11 H.
dan orang yang pertama kali membaiat beliauy adalah umar bin khottob
[setelah abu bakar wafat tepatnya pada
tanggal 27 - jumadil akhir - 13 H. kekholifahan diserahkan pada sayyidina umar
bin khottob atas permintaan abu bakar.
hal ini bermula saat sakit yang diderita oleh
abu bakar mulai parah, akhirnya beliau mengumpulkan pembesar tokoh shohabat
untuk bermusyawarah dalam pelantikan sayyidina umar sebagai kholifah. kemudian
sayyidina umar dipanggil untuk membacakan surat yang telah di tulis oleh abu
bakar, yang isinya :
"bismillahirrahmanirrahim ini yang
ditulis oleh abu bakr di akhir hayatnya, disaat orang orang kafir dan ahli
maksiat lainnya merasa senang seakan hidup sentausa".kata sayyidina
umar.
"aku [abu bakar] mengangkat umar bin
khottob sebagai pemimpin kalian. jika dia bisa menerima dengan sabar dan bisa berbuat
adil maka itulah yang aku ketahui dan pendapatku mengenai umar. jika dia tidak
mau dan dia mencari penggantinya, mak sesungguhnya kau orang biasa yang tidak
mengetahui apa yang akan terjad. aku hanya ingin setiapa orang melakukan pa
yang mereka inginkan [hal baik].sesungguhnya orang orang yang berbuat dzolim
akan mengetahui keman mereka akan kembali".
kemudian
sayyidina umar diperintah untuk berjanji, dan pada akhirnya abu bakar berkata
pada kaum muslimin, apakah kalian ridlo dengan orang yang aku pilih sebagai
penggantiku untuk memimpin kalian ? karna sesungguhnya aku tidak mengangkat kholifah
dari golongan kerabatku sendiri, tapi umar yang aku angkat sebagai kholifah.
maka dengarkanlah dia dan patuhi semua perintahnya. kata abu bakar
semenjak
kekholifahan abu bakar dan sayyidina umar tidak pernah terjadi perselisihan dan
perbedaan dalam masalah aqidah dan hukum. hanya perbedaan perbedan kecil dari
sebagian orang, namun sebenarnya hal itu tidaklah berbeda atau sekedar
perbedaan yang tidak di i'tibar karna tidak di sandarkan pada dalil yang sorih.
namun setelah sayyidina umar wafat tepatntya pada tanggal 14 dzulhijjah 23
hijriyah kekholifahan diserahkan pada sayyidina utsman atas persetujuan yang
dihasilkan dari musyawarah yang dihadiri oleh orang orang yang telah di pilih
oleh sayyidina umar. karna pada waktu menjelang kewafatan beliau, orang orang
muslim meminta agar beliau untuk memilih calon kholifah.
sebelum
sayyidina umar wafat,beliau berkata :"tidak ada satu oarangpun yang lebih
berhak menjadi kholifah dari pada orang orang ini" kebudian beliau
menunjuk sayyidina utsman bin affan, sayyidina ali bin abi tholib, zubair bin
awwam, sa'id bin abi waqqosh, dan abdur rahman bin auf. karna orang orang ini
telah diridlohi oaleh nabi sanpai beliau wafat. kata sayyidina umar
setelah
pemakaman sayyidina umar selesai, enam orang di atas berkumpul. abdur rahman
bin auf berkata : "pilih tiga orang diantara kalian sebagai kandidat
menjadi kholifah". zubair bin awwam memilih sayyidina ali, tholhah bin
ubaidillah memilih sayyidina utsman, said bin abi waqqosh memilih abdurrahman
bin auf.
abdur rahman bin auf berkata pada sayyidina
utsman dan sayyidina ali :"mana diantara kalian yang tidak mau mengemban
amanah ini akan aku jadikan dia sebagai kholifah, allah yang akan membantunya,
lagi pula islam akan melihat pada shohabat yang lebih utama". sayyidina
utsman dan sayyidina ali terdiam
"apa kalian memasrahkannya kepadaku ?
demi allah, aku tidak akan ceroboh atau sembrono dalam memilih yang lebih utama
dari kalian". kata abdurrahman bin auf
sayyidina utman dan sayyidina ali berkata :
"ya, baiklah"
kemudian
abdurrahman bin auf berkata pada seraya berkata : engkau adalah kerbat
rasulallah, engkau juga banyak mengetahui hal hal terdahulu yang ada dalam
islam. aku bersumpah, seandainya engkau ku angkat sebagai kholifah, engkau
pastiakan berbuat adil. namun aku juga bersumpah seandainya utsman aku angkat
sebagai kholifah kami akan mendengarkan dan mematuhio perintahnya.
akhirnya
sayyidina itsmandan sayyidina ali pergiuntuk berfikir dengan membawa seseorang
yang selalu mengulangi kata kata yang dikatakan abdurrahman bin auf.
dan karna sudah waktunya, abdurrahman bin auf
berkata : "wahai sayyidina utsman angkatlah tanganmu". sayyidina
utsman mengangkat tangannya, sayyidinali ikut mambaiatnya. dan orang orang ahli
dar pada waktuitu diperintahkan untuk masuk, agar bisa ikut membaiat sayyidina
utsman.
selesailah
pembaiatan, dan sayyidina utsman yang menjadi kholifah. namun sebagian orang
orang muslim pada waktu itu sedikit melakukan perubahan, tidak seperti dimasa
rasulallah, abu bakar, dan sayyidina umar. dunia datang menghampiri mereka,
yang menjadi pangkal dari segala kesalahan.
terjadilah
perselisihan besar antara umat islam, lalu muncullah golongan dari orang orang
yang menyimpang tersebut, yang kemudian memecah belah kaum muslimin. mereka
tidak mau mengikutu sayyidina utsman dan malah berkeinginan untuk menghancurkan
kekholifahan, mereka semua sepakat untuk mengepung sayyidina utsman saat berada
didalam rumah kemudian membunuhnya.
mereka benar benar melakukannya, perkepungan
berlangsung beberapa hari, saat sudah tiba waktunya, tiga orang dari mereka
melompat dan langsung membunuh sayyidina utsman. beliau wafat dalam keadaan
memegang al-qu'an, dan memang pada saat itu usia beliau sudah sangat tua. dan
ini merupakan awal kali terjadinya bencana dalam umat islam setelah rasulallah
wafat.peristiwa ini terjadi pada hari jum'at tanggal 18 dzulhijjah 35 H.
setelah
wafatnya sayyidina utsman, sayyidina ali bin abi tholib dibai'at untuk menjadi
kholifah, namun setelah sayyidina ali resmi menjadi kholifah perselisihan
antara qoum muslimin semakin besar dan nampak. penyebab terjadinya hal ini
adalah : orang orang muslim di akhir masa kekholifahan sayyidina utsman
terpecah belah menjadi tiga golongan
1.
golongan yang tidak mengakui
terbai'atnya sayyidina utsman sebagai kholifah, mereka beranggapan bahwa beliau
bukan shahabat rasulallah
2.
golongan yang mengasihi sayyidina
utsman namun sebenarnya mereka menolak atau tidak setuju dengan beliau, dan ini
adalah golongan terbanyak dan mayoritas terdiri dari shahabat rasulallah SAW.
3.
golongan yang memilih untuk tidak
menyalahkan namun juga tidak membenarkan sayyidina utsman.
Setelah
terbunuhnya sayyidina utsman dan terbai'atnya sayyidina ali sebagai kholifah,
seluruh umat manusia terpecah belah dan saling berbeda dalam berpendapat. di
antarnya :
I.
golongan yang murka atas
terbunuhnya sayyidina utsman, mereka memilih untuk lebih mengutamakan menghukum
orang orang yang telah membunuh beliau kemudian mencari pengganti beliau
sebagai kholifah.
golongan
ini mayoritas terdiri dari keluarga sayyidina utsman sendiri, yang dipimpin oleh muawiyah [gubernur kota syam]dan
juga shahabat shabat yang lain seperti
: tholhah, zubair, ummul mi'mini sayyidah aisyah, amr bin ash DLL.
II.
golongan yang lebih mengutamakan
pengangkatan kholifah kemudian menghukum orang orang yang telah mebunuh
sayyidina utsman, karna mereka mengira bahwa menghukum orang orang yang telah
membunuh sayyidina utsman tidaklah sulit, cukup dengan mengumpulkan tentara
tentara islam untuk mencari dan menghukum mereka.
golongan
ini yang di ikuti oleh sayyidina ali dan sebagian besarshahabat rasulallah.
III.
golongan yang berpendapat akan
kebenaran para pemberontak yang telah membunuh sayyidina utsman sehingga mereka
tidak boleh dihukum.
selang
bebrapa waktu sayyidina ali dibai'at oleh orang orang muslim yang pada waktu
itu berada di kota madinah, dan pada waktu itu banyak sekali shahabat nabi yang
ikut membai'at karna mereka semuanya menginginkan sayyidina ali menjadi
pemimpin.
namun golongan lain yang berpendepat tidak
sama, tidak mau mambai'at sayyidina ali. mereka mengajak orang orang muslim
lainya untuk mencari orang orang yang telah membunuh sayyidina utsman dan
setelah selesai mereka akan memilih pemimpin sendiri yang mereka inginkan.
perbedaan
ini yang menyebabkan terjadinya perang antar dua golongan muslim. ketika banyak
sekali orang orang yang muslimyang mati saat peperangan, akhirnya sayyidina
muawiyah dan para shahabatnya memberikan sebuah usulan pada sayyidina ali untuk
berdamai dengan keputusan yanng diambil dari alqur'an. dan sayyidina ali
menerimanya.
disaat
beliau melihat prajuritnya banyak yang setuju dengan usulan tersebut maka
beliau mengirimkan dua orang untuk mendamaikan. namun dua orang ini tidak
setuju. mereka berdua lebih memilih untuk meninggalkan sayyidina ali dan
sayyidina muawiyah dari kekholifahan, agar orang orang muslim dapat memilih
siapa yang mereka inginkan. dan akhirnya mereka berdua sama sama mengusulkan
seseorang untuk dijadikan pemimpin namun mereka berdua saling tidak menyetujui
usulan satu sama lain, karna mereka saling tidak menerima akhirnya mereka
berpisah tanpa menghasilkan apa apa.
hal
ini menjadi kabar gembira bagi sayyidina muawiyah, besar sekali kemungkina
beliau untuk menjadi seorang kholifah, hanya menunggu pembaiatan yang akan
dilakukan oleh sebagian besar shahabat rasulallah pada beliau, karna mereka
percaya bahwa sayyidina muawiyah telah mencukupi dan sangat baik dalam urusan
berpolitik.
pasukan
sayyidina ali terpecah belah menjadi beberapa golongan :
1)
golongan yang tidak setuju dengan
beliau, bahkan mereka mengibarkan bendera peperangan untuk melawan beliau.
golongan inilah yang disebut dengan golongan "khowarij". nama ini
akan terus ada bagi orang orang seperti mereka dan berpendapat sama dengan
mereka.
pada
asalnya setiap golongan yang keluar atau tidak mau mengikuti seorang pemimpin yang benar dinamakan
"khowarij" entah itu terjadi dimasa shahabat, tabi'in ataupun pemimpin disetiap zaman, namum kemudian
para ahli ilmu hanya menggunakan istilah
"khowarij" terhadap golongan yang menyimpang dimasa para shahabat, tabi'in dan para pengikutnya, karna hanya
dimasa tersebut yang banyak
mengeluarkan pendapat dalam masalah keyakinan dan ilmu fiqih.
2)
golongan yang sangat cinta dan
sangat fanatik terhadap beliau dan terlalu berlebihan dalam menyanjung beliau,
hingga mereka meyakini apa yang seharusnya tidak boleh untuk diyakini. golongan
ini yang disebut dengan "syi'ah" nama ini juga akan selalu ada bagi
orang orang yang berpendapat sama seperti mereka, bahkan sampai sekarang.
syi'ah
adalah golongan yang mendukung secara khusus terhadap kepemimpinan sayyidina
ali, mereka mengatakan bahwa beliau adalah seorang imam dan juga kholifah,
mereka juga mengatakan seorang pemimpin tidak boleh dari selain keturunan beliau,
seandainya tetap mengangkat pemimpin dari selain keturuna beliau berarti dia
telah melakukan kedzoliman.
mereka
juga mengatakan kepemimpinan bukanlah sebuah masalah demi kemaslahatan umat
yang masih butuh adanya pemilihan dari orang banyak yang kemudian diangkatlah
seorang pemimpin, tapi, kepemimpinan adalah masalah yang menjadi salah satu
rukun keagamaan yang seharusnya tidak boleh dilupakan oleh para rasul untuk
membiarkan atau menyerahkannya pada orang orang biasa.
masing
masing dari golongan "khowarij" dan "syi'ah" terpecah belah
hingga menjadi beberapa golongan
khowarij terpecah belah menjadi 9 golongan :
1.
muhakkimah
muhakkimah
adalah golongan orang orang yang keluar dari pemerintahan sayyidina ali disaat
berjalannya proses perdamaian yang dilakukan oleh dua orang yang diutus oleh
sayyidina ali.
golongan ini berkumpul di sebuah desa yang
ada dikota qufah yang disebut "hirwara" yang kemudian golongan ini membaiat abdullah
bin wahab ar-rasaby sebagai seorang pemimpin. golongan ini tidak sampai
melaknat sayyidina ali, namun mereka mencacimaki sayyidina utsman, orang yang
mengikuti perang jamal dan orang orang yang mengikuti perang siffin.
2.
azariqoh
azariqoh
adalah golongan para pengikut abi rosyid nafi' bin arzaq yang mati pada tahun
60 hijriyah. golongan ini merupakan golongan khowarij terbesar dengan jumlah
terbanyak dan terkuat
kebid'ahan yang dilakukan :
Ø mengkafirkan
sayyidina ali, sayyidina utsman, tholhah, zubair, aisyah dan abdullah bin abbas
Ø mengkafirkan
semua orang muslim yang tidak sama dengan mereka
Ø mengkafirkan
orang yang tidak mau berperang
Ø memperbolehkan
membunuh anak kecil dan juga ibunya ketika tidak sama dengan mereka
Ø tidak
mengharuskan rajam bagi orang yang melakukan perzinahan
Ø berkeyakinan,
anak kecil dari orang yang musrik akan berada di neraka bersama dengan ayahnya
Ø melarang
adanya taqiyyah baik dari segi ucapan atau perbuatan
Ø berkeyakinan,
allah boleh mengutus seorang nabi yang akan melakukan kekufuran setelah
kenabiannya
Ø mengkafirkan
orang yang melakukan dosa besar dan menganggapnya keluar dari agama islam
3.
an-najadat al-adziriyyah
an-najadat
al-adziriyyah adalah golongan para pengikut najdah bin amir yang bermadzhab
hanafi yang di bunuh pada tahun 69 hijriyah
kebid'ahan yang dilakukan :
Ø sangat
membela orang orang yang mati karna dihad, bahkan pemimpin mereka pernah
berkata : semoga allah menyiksa mereka [orang orang yang dihad] didalam neraka
selain neraka jahannam kemudian memasukkannya kedalam surga
Ø berkeyakinan,
neraka akan dimasuki oleh orang orang yang berbeda dengan mereka dalam masalah
agama
Ø memusyrikkan
orang orang yang selalu melihat dosa dosa kecil atau selalu melakukan
kebohongan kebohongan kecil secara terus menerus
Ø tetap
menghukumi muslim orang orang yang melakukan perzinahan, mencuri atau meminum
khomer namun tidak selalu dilakukan dengan syarat harus mengikuti golongan
mereka
Ø meyakini
bahwa ada dua hal dalam agama :
1.
mengetahui allah dan rasulnya, mengharamkan
darah orang muslim yang sama dengan mereka, semua orang wajib mengetahui apa
yang di bawa oleh mabi dari allah SWT dan untuk orang orang yang tidak
mengetahuinya dia tetap tidak dikatakan ma'dzur {di ampuni}dalam artian tetap
berdosa
2.
hal lain selain diatas, namun
bagi orang yang tidak mengetahuinya bisa dikatakan ma'dzur apabila ada dalil
yang mengatakan bahwa hal tersebut memang benar benar ma'dzur.
4.
al- baihasiyyah
al-
baihasiyyah adalah golongan para pengikut abi baihas al- haisom bin jabir.
sebagian besar dari golongan ini mengatakan ilmu, iqror dan amal semua
dikatakan iman. sebagian dari mereka juga mengatakan semua hal selain yang di
sebutkan dalam firman allah di bawah ini hukumnya halal
..................................................................................................................
artinya : katakanlah, tidak aku temukan dalam
apa yang diwahyukan kepadaku sesuatu yang haram di makan kecuali bangkai, darah
{yang mengalir], daging babi karna semua itu kotor atau hewan yang disembelih
bukan atas nama allah (al-an'an QS 145)
5.
al-ajaridah
al
ajaridah adalah golongan pengikut abdul karim bin ajrad. kebidahan yang
dilakukan oleh golongan ini sama seperti yang dilakuakn oleh golongan an-
najadat, hanya saja ada sedikit tambahan
di antaranya :
Ø mengkafirkan
orang orang yang melakukan dosa besar
Ø mengingkari
adanya surat yusuf dalam al-qur'an
6.
ats-tsa'labah
ats-tsa'labah
adalah golongan pengikut tsa'labah bin amir, dia adalah orang yang hidup semasa
dengan abdul kari bin ajrad sampai akhirnya mereka berpisah karna berselisih
atau berbeda pendapatdalam menghukumi anak kecil.
abdul karim berkata : seorang anak kecil
tidak mempunyai tanggungan atau beban apapun sampai dia di perintah untuk
memeluk agama islam dan kewjiban memerintahnya adalah saat dia sudah baligh.
dia juga berkata : anak orang kafir yang mati
dalam dalam keadaan masih kecil akan masuk neraka bersama dengan ayahnya
berbeda dengan tsa'labah, ia berkata : saya
lebih mengasihi anak anak baik yang kecil ataupun sudah besar, sampai benar
benar di ketahui bahwa mereka telah mengingkari suatu kebenaran dan melakukan
penyelewengan. akhirnya, abdul karim bin ajrad berpisah dengan tsa'labah
7.
al-ibadhiyyah
al-ibadhiyyah
adalah golongan pengikut abdullah bin ibad yang menyimpang dihari hari
kepemimpinan murwah bin muhammad diakhir masa kekholifahan bani umayah.
pemimpin al-ibadhiyah ini pernah berkata : "orang
orang yang berbeda denganku, aku anggap kafir namun tidak musyrik"
akhirnya para pengikutnya mengatakan : "negara bagi orang orang yang
berbeda dengan abdullah pimpinan kami, sebenarnya masih dianggap negara muslim
yang bertauhid, namun karna prajurit prajurit negara mengikuti pimpinannya yang
akhirnya menjadikan negara tersebut di anggap sebagai negara pemberontak".
golonngan ini juga mengatakan : "boleh
memberikan persaksian palsu bagi orang orang yang membela golongan kami".
mereka juga berpendapat orang yang melakukan dosa besar di anggap orang yang
bertauhid namun bukan orang mukmin.
8.
as-shufriyyah az-zhiyadiyah
as-shufriyyah
az-zhiyadiyah adalah golongan pengikut zhiyad bin ashfar, golongan ini
berpendapat "seseorang yang melakukan sebuah pekerjaan yang disitu
mewajibkan adanya had maka orang itu di anggap atau diberi nama sesuai dengan
pekerjaan yang dilakukan seperti : orang yang melakukan zina maka disebut
pezina bukan kfir atau musrik. namun apabila pekerjaan yang dilakukan
menyebabkan dosa besar namun tidak sampai menimbulkan adanya had seperti
meninggalkan sholat maka orang tersebut dikatakan kafir".
delapan
golongan diatas merupakan golongan terbesar qoum khowarij yang pada intinya
mereka semua tidak setuju dengan kepemimpinan sayyidina utsman dan sayyidina ali
dan mereka semua lebih mengutamakan keyakina tidak setuju dengan sayyidina
utsman dan sayyidina ali dari pada melakukan ibadah taat. bahkan mereka berkata
:nikah tidak akan sah kecuali orang tersebut meyakini ketidak setujuannya
dengan sayyidina utsman dan juga sayyidina ali. mereka juga mengatakan
menyimpang dari seorang pemimipin atau seorang imam yang tidak melakukan atau
bahkan berbeda dengan as-sunnah, merupakan sebuah kebenaran dan kewajiban.
syi'ah
terpecah belah menjadi 5 golongan :
1.
syi'ah kaysaniyyah
syi'ah
kaysaniyyah adalah golongan para pengikut "kaisan" seorang budak yang
dimerdekakan oleh sayyidina ali. ada yang mengatakan bahwa dia adalah murid
dari seortang guru bernama sayyid muhammad bin haifiyyah. golonga ini sangat
keterlaluan dalam menyanjungnya, hingga mereka beranggapan bahwa dia (sayyid
muhammad bin haifiyyah) adalah orang yang mengetahui semua ilmu dan telah
memperoleh sebuah rahasia dari sayyidina hasan dan husain sepertu rahasia
tentang ilmu ta'wil, ilmu batin, ilmu tentang cakra wala dan ilmu hewan
golongan
ini sendiri terpecah belah menani beberapa kelompok, namun intinya semuanya
berpendapat :
Ø "inti
dalam agama adalah tunduk dan patuh pada satu orang (pemimpin)" pada
akhirnya gologan ini berani menta'wil rukun rukun syariat seperti sholat,
puasa, zakat, haji dan yang lainnya yang kemudian sebagian dari mereka meninggalkan
hukum hukum syari'at karna sudah menganggap cukup dengan patuh pada satu orang
pemimpin.
Ø "tidak
percaya dengan datangnya hari kiamat" namun hanya sebagian saja, bahkan
diantara mereka ada yang beranggapan bahwa allah bisa berada dalam diri seorang
manusia dan juga bisa berubah bentuk.
Ø setelah mati
kita akan kembali lagi.
diantara
mereka juga ada yang beranggapan bahwa pemimpin yang mereka ikuti tidak akn
pernah dan tidak boleh mati. golongan seperti ini mungkin, seandainya tiba tiba
kepemimpinan dikuasai orang lain selain dari mereka pasti mereka akan merasa
menyesal dan bingung apalagi yang mengaku menjadi pemimpin, karna dia bukan
ketururnan kaisan
orang yang meyakini bahwa dalam agama hanya
patuh pada seorang laki laki yang di jadikan pemimpin, ketika tidak ada orang
laki laki, apakah berarti dia tidak memiliki agama ..........?
kami berlindung padamu ya allah agar tidak
terjerumus dalam keadaan membingungkan dan menyesatkan seperti ini
2.
syi'ah zaidiyyah
syi'ah
zaidiyyah adalah golongan para pengikut zaid bin ali bin husain bin ali bin abi
tholib. golongan ini mengatakan seorang pemimpin harus berasal dari keturunan
sayyidah fatimah, tidak boleh yang lain dan harus alim, pemberani,dan dermawan.
harus diatati baik dari keturunan sayyidina hasan ataupun sayyidina husain.
namun karna pemimpin mereka zaid bin ali
tersebut menimba ilmu pada seseorang yang bernama wasil bin atho' (pimpinan
mu'tazilah) akhirnya merekasemua menjadi pengikut golongan mu'tazilah
3.
syi'ah imamiyyah
syiah
imamiyyah adalah golongan yang mengatakan kepemimpinan sayyidina ali adalah
kepemimpinan yang sah setelah nabi SAW, dipandang dari segala aspek, tidak
memandang sifat sifatnya namun memandang isyaroh pada sayyidina ali.
golongan
ini beranggapan bahwa dalam agama islam tidak ada sesuatu yang lebih penting
dari pada memilih seorang pemimpin, bahkan perpecahan yang ada di dunia ini
terjadi karna dalam hati tidak ada orang yang ingin memikirkan orang lain, nabi
SAW diutus untuk menghilanhkan perselisihan dan menebar kesesuaian, nabi tidak
boleh memecah belah umat atau meninggalkan mereka dalam keadaan terlantar,satu
sama lain saling berpendapat dan memilih jalan sendiri sendiri namun tidak di
setuui oleh yang lain, tapi nabi harus memilih satu orang untuk dijadikan
pemimpin yang menjadi kepercayaan dan pedoman bagi yang lain. dan nabi telah
memilih sayyidna ali sebagai pemimpin,
baik dengan isyarat yuang telah diberikan oleh beliau ataupun dengan
cara yang jelas
4.
syi'ah gholiyah
syiah
gholiyah adalah golongan yang terlalu kelewatan dalam mengatakan kepemimpinan,
menganggap pemimpin mereka tidak hanya sekedar makhluk dan menghukumi pemimpim
mereka dengan hukum yang seharusnya hanya dimiliki oleh tuhan. terkadang mereka
menyerupakan pemimpin mereka dengan tuhan dan terkadang tuhan mereka anggap
sebagai makhluk\.
mereka
sudah benar benar kelewatan dan ceroboh, timbulnya keberanian penyerupaan
seperti diatas dikarnakan mereka berpedoman dengan beberapa pendapat madzhab
hululiyyah (golongan yang berpendapat bahwa allah bisa berubah bentuk) dan
madzhab tanasuhiyyah (golongan yang berpendapat bahwa allah bisa berada dalam
diri manusia) dan juga madzhab orang orang yahudi dan nasrani. karna orang
yahudi memang menyerupakan tuhan dengan makhluk sedangkan nasrani menyerupakan
makhluk dengan tuhan.
akhirnya
merambatlah penyerupaan seperti diatas pada gholongan syi'ah gholiyah, sehingga
mereka menghukumi sebagian pemimipin mereka dengan hukum hukum yang seharusnya
hanya dimiliki oleh tuhan. oleh karna itu adanya pendapat menyerupakan allah
dengan makhluk bermula dan berasal dari syi'ah.
sebagian
dari mereka akhirnya ada yang kembali pada ahlussunnah karna mereka menganggap
bahwa hanya ahlussunah yang pendapatnya lebih masuk akal dan tidak pernah
menyerupakan allah dengan makhluk atau menganggap allah bisa berubah bentuk.
kesesatan yang mereka lakukan intinya ada 4 hal
1. menyerupakan allah
2. kebid'ahan
3. anggapan setelah mati akan kembali lagi
4. menganggap allah bisa bersemayam dalam
diri seseorang
5.
syi'ah isma'iliyyah
syi'ah
isma'iliyyah adalah golongan yang menetapkan kepemimpinan pada isma'il, putra
dari seseorang yang bernama ja'far shodiq yang telah dinas sebagai orang yang
agung di masanya. golongan ini menganggap bahwa bumi ini tidak akan kosong dari
seorang pemimpin, entah itu pemimpin yang nampak ataupun tidak. mereka juga
menganggap hukum yang di keluarkan oeh seorang imam hanya akan berputar dalam
"tujuh - tujuh"seperti halnya jumlahhari dalam seminggu ada tujuh,
langit ada tujuh dan bintang besar juga ada tujuh.sedangkan pemimpin yang
berada dibawah imam hukumnya akn berputar dalam 12 hal.
mereka
juga berpendapat orang yang mati namun tidak mengerti siapa pemimpin semasa dia
hidup maka dia dianggap mati seperti matinya orang jahiliyyah bagitu juga
orangyang mati namuntidak mengerti pembai'atan imamnya.
Lima
golongan syi'ah diatas pada intinya semua berpendapat :
Ø kewajiban
memilih seorang imam
Ø adanya sifat
ma'sum pada diri seorang nabi dan imam untuk tidak melakukan dosa {kecil atau
besar}
Ø memiliki
kekeuasaan dan kebebasan dalam berkata, bertindak dan berkeyakinan kecuali
dalam keadaan taqiyyah
namun
dalam permasalahan tauhid mereka berbeda,ada yang lebih cenderung untuk
menyimpang, ada yang tetap mengikuti sunnah dan ada yang cenderung ketasybih
{menyerupakan allah dengan makhluk}
semua
golongan diatas (khowarij dan syi'ah) mengajak semua umat manusia untuik sama
dengan mereka, akhirnya umat manusia terpecah belah menjadi beberapa golongan
dan setiap golongan menganggap dialah yang benar maka tak heran, dengan
seiringnya zaman perselisihan semakin merajalela setiap golongan dari golongan
yang pertama terpecah belah menjadi beberapa golongan kemudian terpecah belah
lagi dan terpecah belah lagi, begitu seterusnya.
dan
dibawah ini juga termasuk golonngan khowarij :
1.
al iwaniyyah
2.
as habuttafsir
3.
as habus su'al
4.
as siyabiyyah
5.
as shilatiyyah
6.
al maimuniyyah
7.
al himaziyyah
8.
al kholifiyyah
9.
al athrofiyyah
10. as
syi'ibiyyah
11. al
hazimiyyah
12. al
akhnasiyyah
13. al
ma'badiyyah
14. ar
rusyyidiyyah
15. as
syaianiyyah
16. al
makhromiyyah
17. al
ma'lumiyyah
18. al
majhuliyyah
19. al bid'iyyah
20. al
hafisiyyah
21. al harisiyyah
22. al
yazidiyyah
dan
setiap golongan khowrij diatas memiliki pendapat sendiri sendiri yang tidak
sama dengan apa yang telah saya sebutkan
dan
dibawah ini juga termasuk golongan syi'ah :
1. al
haisimiyyah
2. al
bayaniyyah
3. ar
rizamiyyah
4. al
jarudiyyah
5. al
sulaimaniyyah
6. as
sholihiyyah
7. al batriyyah
8. al
baqiriyyah
9. al
ja'kariyyah
10. al waqifah
11. an
nawusiyyah
12. al
afthohiyyah
13. as
sumaitiyyah
14. al
isma'iliyyah
15. al waqifah
16. al
musarwiyyah
17. al
mufaddholiyah
18. al
hisyamiyyah
19. al itsna
assyariyyah
20. as
siba'iyyah
21. al
kamiliyyah
22. al baiyah
23. al
mughiriyyah
24. al
manshuriyyah
25. al
khotobiyyah
26. al
kayyaliyyah
27. an
nu'maniyyah
28. al
yusuniyyah
29. an
nashiriyyah
30. al
ishaqiyyah
tiap
golongan syi'ah diatas memiliki pendapat yang tidak samasatu dengan yang lain
seiring
berjalannya waktu, perselisihan semakin bertambah bahkan sampai dimasa tabi'in.
ketika sudah tidak tersisa sama sekali kecuali hanya sedikit jumlah tabi'in
yang masih ada muncullah golongan lain yang menyebit dirinya sebagai golongan
yang adil dan bertauhid, merekalah yang disebut mu'tazilah yang berjulukan
qodariyyah dan adiliyyah
masalah
yang sudah umum dalam golongan mu'tazilah adalah
Ø berkeyakinan
bahwa allah adalah dzat yang qodim namun menafikan semua sifat sifat qodim
mereka berkata : allah maha mengetahui, allah maha mampu, allah maha hidup dfan
semua itu disebabkan oleh dzat allah sendiri bukan dengan sifat ilmu, qudroh
atau hayat. itu semua hanya sifat qodim dan sifat ma'aniy yang ada pada dzat
allah
Ø berkeyakinan
bahwa manusia mampu untuk menciptakan pekerjaannya sendiri entah itu ataupun
buruk
Ø berkeyakinan
bahwa allah hanya melakukan hal hal baik saja
Ø berpendapat orang
yang melakukan dosa besar dan dia mati dalam keadaan belum bertaubat maka dia
berhak berada didalam neraka selamanya.
Ø berpendapat
ma'rifat pada allah dan mensyukuri nikmat hukumnya wajib sebelumadanya dalil
yang bersifat sam'i
Ø kebaikan dan
keburukan wajib diketahui dengan akal
golongan
mu'tazilah terpecah menjadi 12 golongan :
1.
al washilah
al
wasilah adalah golongan pengikut hudaifah wasil bin atho' al ghozali al altsag
yang hidup sekitar tahun 80 sampai 131 H sekaligus murid dari hasan al basyri.
penyebab disebutnya golongan ini dengan nama mu'tazilah adalah dahulukala ada
seorang pemuda yang menemui syeh hasan al basri. pemuda ini berkata pada beliau
"wahai pemuka agama, dizaman kita sekarang telah banyak golongan yang
mengkafirkan orang orang yang melakukan dosa besar, dosa besar menurut mereka
adalah penyebab kekufuran yang bisa mengeluarkan orang tersebut dari agama.
namun menurut sebagian golongan tidak, karna mereka berpendapat bahwa melakukan
dosa besar bukan sebuah masalah, selama orang itu masih memiliki iman. bahkan
beramal menurut mereka bukan bagian dari iman, oleh karna itu menurut mereka
beramamal atau melakukan maksiat tidaklah menjadi sebuah masalah selama orang
itu masih beriman seperti tidak berpengaruhnya
melakukan keta'atan dalam keadaan kafir. dan sekarang bagaimana engkau
menghukumi masalah seperti itu ?"
hasan
al-basripun berfikir namun sebelum beliau menjawab wasil bin atho' [salah satu
murid beliau atau pimpinan mu'tazilah] berkata : "menurut saya orang yang
melakukan dosa besar tidak bisa dikatakan mukmin secara mutlak namun juga tidak
bisa dikatakan kafir secara mutlak karna menurut saya dia berada diantara dua
tingkatan yaitu tidak mukmin dan juga tidak kafir". kemudian dia
menyingkir di salah satu tiang yang ada dimasjid pada waktu itu dan kemudian
mengumumkan pendapatnya pada sebagian pengikut gurunya sendiri [hasan al-basri].
hasan al-basri berkata : اعتزل عنا واصل [wasil telah menyingkir dariku] dan akhirnya
wasil bin atho' beserta para pengikutnya disebut dengan mu'tazilah (golongan
yang menyingkir)
apa yang katakan oleh wasil bin atho' barusan yaitu berada diantara dua
tingkatan merupakan salah satu qoidah empat yang
dimiliki oleh golongan wasilah
qoidah mereka yang kedua adalah menafikan sifat sifat allah seperti
ilmu, qudroh, irodah dan hayat. qoidah yang ketiga adalah menetapkan adanya
qodar namun yang
dimaksud bukan berarti adanya qodar pada allah yang kemudian menyimpulkan semua
hal baik karna allah tapi mereka berpendapat allah tidak memiliki qodar. karna
menurut mereka mampu menciptakan pekerjaannya sendiri seperti kebaikan,
keburukan, kekafiran, ketaatan ataupun kemaksiatan orang itu sendiri yang
menciptakan
qoidah yang ke empat adalah beranggapan bahwa
salah satu dari dua golongan yang mengikuti perang sifin dan perang jamal pasti
ada yang salah namum tidak bisa ditentukan yang mana. begitujuga dalam
permasalahan sayyidina utsman antara orang yang membunuh dan membela beliau
pasti ada yang salah namun juga tidak bisa ditentukan yang mana.
2.
hudailiyah
hudailiyah
adalah golongan pengikut abi hudail hamdan bin hudail al-alak yang hidup
sekitar tahun 135 sampai 226 H.
abi hudail memiliki 10 pendapat khusus :
1.
meyakini bahwa allah SWT adalah
dzat yang maha mengetahui, mengetahuinya allah dengan ilmunya allah, ilmu allah
adalah dzatnya allah. allah adalah dzat yang maha kuasa, berkuasanya allah dengan
qudrohnya allah, qudroh allah adalah dzatnya allah. allah adalah dzat yang maha
hidup, hidupnya allah dengan hayatnya dan hayat allah adalah dzatnya allah.
2.
berkeyakinan adanya kehendak bagi
mahluk
3.
berpendapat sebagian kalam allah
tidak bertempat seperti firman allah "kun" dan sebagian yang lain
bertempat seperti firman allah yang menunjukkan arti perintah, larangan,
cerita, atau kabar.
4.
memiliki pendapat yang sama
dengan pengikutnya dalam masalah qodar namum pada awalnya seperti golongan
qodariyah terakhir seperti golongan jabariyyah
5.
terbatasnya tingkah laku yang
dilakukan oleh orang orang yang ada disurga dan dineraka.
6.
istitoah atau kemampuan adalah
salah satu sifat baru yang tergolong seperti sifat seperti salamah {sehat}
7.
orang yang sudah mukallaf,
sebelum adanya dalil yang bersifat sam'i maka dia wajib mengetahui allah dengan
petunjuk selain apa yang terlintas dihatinya. lika dia ceroboh maka dia berhak
untuk untuk di siksa selamanya. dan dia juga harus mengetahui hal hal yang
benar benar baik dan hal hal yang benar benar buruk
8.
masalah kematian dan rizki,
setiap orang meskipun tidak dibunuh pasti akan mati. oleh karna itu tidak boleh
beranggapan bisa menambah atu mengurangi masa hidup. namun dalam masalah rizki
ada 2 :
v sesuatu yang
diciotakan oleh allah dari sesuatu yang bermanfaat boleh kita katakan
"allah menjadikan rizki untuk hambanya
v apa yang
didapatkan oleh seorang hamba, bisa dikatakan rizki. namun ketika berupa
sesuatu yang haram maka tidak bisa dikatakan rizki. dalam artian orang itu
tidak diperitah untuk memperolehnya
9.
irodahnya allah tidak bisa
dikehendaki. namun jika irodahnya allah berhubungan dengan seseuatu yang
diciptakan maka disebut kehendak menciptakan
10. hujjah atau
dalil tidak bisa membenarkan sesuatu yang masih samarkecuali dibantu dengan
habar yang di sampaikan oleh 20 orang yang salah satunya tergolong ahli
surga
3.
an-nadhomiyyah
an-nadhomiyyah
adalah golongan para pengikut ibrahim bin sayyar bin hani' an-nadhom yang mati
pada tahun 267 H yang mempunyai pendapat sedikit berbeda dengan pengikutnya
dalam beberapa masalah
Ø menambahi
pendapat yang mengtakan bahwa semua hal baik dan buruk berasal dari orang itu
sendiri, beliau berkata : allah tidak bersifat qudroh dalam menciptakan hal
buruk atau yang berbau kamaksiatan dan itu bukan qudroh yang dimiliki oleh
allah
Ø allah tidak
memiliki sifat irodah
Ø semua
pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang semuanya adalah pergerakan dan diamnya
seseorang juga termasuk bergerak, yaitu bergerak untuk menopang
Ø menafikan
suatu bagian dari sesuatu yang tidak bisa dibagi dan selalu memperbarui
pendapat
Ø permata
adalah susunan dari beberapa a'rod yang terkumpulkan DLL
4.
hobitiyah dan hadsiyyah
hobitiyah
adalah golongan pengikut ahmad bin khobit yang wafat pada tahun 232 hijriyah
sedangkan hadsiyyah adalah golongan pengikut fadil al-hadtsi. dua orang ini
adalah murid dari seorang laki laki yang bernama an-nidzom mereka berdua sangat
gemar sekali dalam membaca kitab kitab yang berisi tentang filsafat.
dua
golongan ini akhirnya berkumpul, sama sama mengikuti madzhab an-nidzom dan
saling melakukan 3 kebidahan
1.
menetapkan ketuhanan pada nabi isa al-masih dan berkeyakinan sama dengan
golongan nasrani yaitu meyakini bahwa nanti dihari kiamat nabi isa akan
menghisab semua makhluk.
2.
berkeyakinan bahwa allah bisa berada dalam diri manusia.
3.
mengarahkan apa yang ada dalam al-qur'an dan hadist pada pemahaman yang sesuai
dengan akal.
5.
al-bisyriyyah
al-bisyriyah
adalah golongan para pengikut bisyr bin mu'tamar yang meninggal dunia pada
tahun 226 H. dia adalah orang pertama yang mengatakan bahwa allah bisa beranak
atau memiliki keturunan dan sedikit memiliki perbedaan dengan pengikutnya dalam
beberapa masalah diantaranya :
·
warna, rasa, bau, pendengaran,
dan pengelihatan bisa dihasilkan dari sebuah pekerjaan yang dilakukan oleh
seseorang ketika memang faktor atau penyebabnya dari pekerjaaan yang dilakukan
·
irodah atau kehendak allah
merupakan salah satu pekerjaan dari beberapa pekerjaan allah
·
orang yang bertaubat karna telah
melakukan dosa besar namun ternyata dia mengulangi perbuatanya kembali maka dia
berhak mendapatkan dosa dari peruatannya yang pertama dan juga yang kadua karna
taubat bisa diterima ketika memang tidak diulangi lagi
6.
muammariyyah
muammariyah
adalah golongan pengikut muammmar bin ibad as sullami yang meninggal dunia pada
tahun 220 H yang termasuk tokoh besar qoum qodariyah yang tidak mempercayai
sifat sifat allah dan juga adanya qodar dari allah
muammmar
bin ibad as-sullami memiliki beberapa pendapat diantaranya : allah tidak
menciptakan sesuatu kecuali berupa benda, bagaimana dengan adanya sifat ? ia
menjawab :sifat diciptakan oleh suatu benda dan itu ada dua, ada yang pasti
contoh benda seperti api bisa memunculkan sebuah sifat seperti terbakar. ada
yang tidak pasti seperti halnya hewan bisa memunculkan adanya sifat seperti
bergerak, diam, berkumpul atau berpisah
7.
al-mirodiyyah
al-mirodiyyah
adalah golongan para pengikut isa bin shobih yang mempunyai gelar abi musa dan
berjulukan al-marod yamg meninggal dunia pada tahun 220 H.
diantara pendapatnya adalah :
Ø allah boleh
berbohong dan berbuat dzolim dan seandainya allah berbuat kebohongan atau
kedzoliman berarti allah adalah tuhan pembohong dan pendzolim
Ø seorang
manusiam mampu menciptakan sesuatu yang sama dengan al-qur'an dalam segi
kefasihan, runtutan, dan juga balagohnya.
8.
tsumamiyyah
tsumamiyyah
adalah golongan para pengikut tsumamah bin asyros an-namiri yang meninggal
dunia pada tahun 213 H dan memiliki beberapa pendapat diantaranya :
Ø suatu
pekerjaan yang telah terjadi sebenarnya tidak ada yang melakukannya
Ø orang kafir,
orang musyrik, majusi, yahudi, nasrani, dan orang orang ateis yang tidak
mepercayai adanya tuhan kelak dihari kiamat akan menjadi debu
Ø manusia
tidak bisa melakukan sebuah pekerjaan kecuali sebelumya dia memiliki keinginan
atau kehendak. untuk sebuah pekerjaan yang sebelumnya tidak ada keinginan untuk
melakukannya maka itu hanyalah sebuah pekerjaan yang dianggap tidak ada yang
melakukannya.
9.
al-khisyamiyyah
al-khisyamiyyah
adalah golongan para pengikut khisyam bin amr al-ghowtiy yang meningal dunia
pada tahun 226 H yang berpendapat sangat keras dalam masalah qodar dari pada
pengikutnya. ia juga melarang seseorang untuk mengatakan "semua pakerjaan
terjadi karena kehendak allah" meskipun itu ada dalam al-qur'an, karna
menurutnya allah sendiri telah berfirman
........................................................................................
allah tidak bisa meluluhkan antara hati orang orang mukmin tapi orang mukmin
itu sendiri yang meluluhkan hatinya. allah tidak menciptakan iman pada hati
orang orang mukmin dan juga tidak menjadikan iman sebagai hiasan dihati orang
yang beriman
pendapat yang lain :
Ø sifat sifat
allah tidak bisa menunjukkan adanya allah SWT dan sifat juga tidak bisa dibuat
dalil namun yang bisa dibuat dalil adalah benda atau jisim yang menunjukkan
adanya allah SWT
Ø tidak sah
mengangkat seorang pemimpin saat banyak terjadi fitnah dan perselisihan karna
pengagkatan hanya boleh dilaksanakan pada situasi yang tenang tidak ada
persengketaan.
Ø surga dan
neraka sekarang masih belum ada, jika sudah ada maka tidak akan ada gunanya dan
pasti kedua duanya sangat sunyi karna tidak ada yang disiksa dan tidak ada yang
merasakan kenikmatan.
10. al
-jahidziyyah
al
-jahidiyyah adalah golongan para pengikut umar bin bahr abi utsman al jahidz
yang mati pada tahun 255 H. namun dia memiliki sedikit pendapat yang berbeda
dengan pengikutnya, diantaranya :
Ø sebuah pengetahuan
adalah sesuatu yang pasti ada dalam watak manusia, bukan karna pekerjaan yang
ia kerjakan sehingga dapat mengrtahui semuanya. sebenarnya manusia tidak
melakukan apapun selain berkehendak.
Ø tidak
mungkin tidak adanya mutiara dan mutiara tidak mungkin sirna
Ø orang ahli
neraka tidak akan selamanya disiksa dalam neraka tapi lama kelamaan mereka akan
berubah menjadi api
Ø semua mahluk
mempunyai akal dan mengerti bahwa allah yang menciptakan mereka dan merreka
juga mengerti bahwa mereka membutuhkan nabi, namun mereka kalah dengan
pengetahuan mereka sendiri, dan akhirnya mereka terbagi menjadi dua, ada yang
mengerti tauhid dan ada yang tidak. orang yang tidak mengerti tauhid inilah
yang dikatakan ma'dzur [di ampuni], sedangkan orang yang mengerti dialah yang dikalahkan
Ø orang yang
mengaku islam, ketika dia meyakini bahwa allah bukan sebuah jisim atau gambar
dan tidak bisa dilihat oleh mata dan juga meyakin bahwa allah adalah dzat yang
adil, tidak dzolim dan juga tidak menghendaki kemaksiatan dan setela itu dia
mengikrari apa yang ia yakini maka di benar benar orang islam, namun ketika di
mengetahui itu semua dan dia tidak mengikrarinya apalagi sampai mengatakan
allah sama dengan mahluk dan mengaku bahwa dia telah menyimpang maka di benar
benar kafir, namun seandainya ada orang yang tidak pernah berangan angan
seperti diatas namun dia meyakini bahwa allah adalah tuhannya dan nabi muhammad
adalah seorang utusan maka orang tersebut diatakan mukmin tidak boleh dikecam
atau dipaksa
11. khoyatiyah
dan ka'biyah
khoyatiyah
dan ka'biyah adalah golongan pengikut abi hasan bin abi amr al-khoyyat yang
mati pada tahun 300 H. dia adalah guru dari seorang murid yang bernama abil
qosim bin muhammad al ka'biy yang mati pada tahu 319 H
mereka
berdua adalah pengikut golongan mu'tazilah negara bagdad dan juga mempunyai
pendapat yang sama hany asaja al khoyat terlaul berlebihan dalam mengatakan
ketidak adaannya sesuatau, dia berkata : sesuatu tidak bisa diketahui dan tidak
bisa diceritakan, benda tidak ada, sifat tidak ada, semua jenis dan warna tidak
ada bahkan hitampun tidak ada,akhirnya muridnya yang bernama alka'biy sedikit
bberbeda dalam beberapa masalah, diantaranya irodahnya allah bukan lah sifat
yang ada pada dztnya allah dan allah tidak punya kehendak terhadap dzatnya dan
irodahnya allah bukan lahhal baru yang berada di suatu tempat namun tidak
ditempat yang lain
ketika
dikatakan " allah adalah dzat yang maha berkehendak" maka yang
dimaksud adalah allah maha mengetahui dan berkuasa, tidak terpaksa melakukan
pekerjaan dan juga bukan dzat yang memaksa. ketika dikatakan "allah adalah
dzat yang maha berkehendak atas pekerjaan yang dilakukan" maka yang
dimaksud adalah allah yang menciptakan pekerjaannya sesuai dengan apa yang ada
pada ilmunya allah. ketika dikatakan " allah adalah dzat yang mah
menghendaki atas pekerjaan yang dilakukan oleh hambanya" berati yang
dimaksud adalah allah yang memerintah untukmelakukannya dan meridlohinya
12. jubaiyyah
dan bahsyamiyyah
jubaiyyah
dan bahsyamiyah adalah golongan pengikut abi ali muhammad bin abdul wahab al
juba'i yang meninggal dunia pada tahun 295 H dan juga putranya yang bernama
hasyim abdussalam yang meningal dunia pada tahun 321 H. mereka berdua adalah
pengiut golongan mu'tazilah daerah basroh yang mempunyai pendapat yang sama
namun sedikit berbeda dengan para pengikutnya, diantaranya :
Ø adanya
sebuah kehendak pada seorang mahluk namun tidak pada saat allah juga
berkehendak,
Ø adanya
sebuah ta'dzim (penghormatan atau pengagungan) namun tidak pada saat allah meng
agungkan dztnya
Ø adanya
penghancuran namun tidak pada saat allah ingin menghancurkan
Ø allah adalah
dzat yang memiliki sifat mutakalliman (maha berfirman) allahberfirman karna
allah sendiri yang menciptakannya
sebenarnya
berbicara menurut mereka berdua harus berupa suara dan huruf yang tersusun. mutakallim atau
orang yang berbicara adalah orang yang melakukan pembicaraan bukan orang yang
bisa bicara
namun
syeh juba'i memiliki pendapat lagi yang tidak sama dengan pengikutnya, yaitu :
ketika seseorang membaca al qur'an allah menciptakan suara bacaan yang dibaca oleh orang tersebut, namun
semuanya sepakat bahwa allah tidak bisa dilihat dalam surga nanti
mereka
juga mengatakan bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang diciptakan oleh
orang itu sendiri seperti kebaikan, keburukan, ketaatan atau kemaksiatan
termasuk
kesesatan yang dilakukan juba'i adalah, dia mengatakan allah adalah dzat yang
pantas untuk ditaati ketika memang allah memenuhi apa yang diharapkan oleh
hambanya. dia juga mengatakan nama nama allah tergantung dengan apa yang
dilakukan oleh allah.
abu
hasan al asy'ari berkata pada al juba'i "apakah berarti allah adalah
penghamil wanita, karna allah yang menciptkan kehamilan pada seorang wanita".
al juba'i menjawab "ya". abu hasan al asyari berkata pada al juba'i :
kesesatan mu ini lebh parah dai pada kesesatan yang dilakukan oleh orang
nasrani, kenapa ? karana mereka masih mengatakan bahwa allah adalah ayah nabi
isa tapi mereka tidak memperbolehkan seseorang mengatakan allah adalah
penghamil sayyidah maryam dan lain lain.
masih
banyak lagi gtolongan yang tidak saya sebutkan seperti golongan jahmiyyah,
dlororiyyah dan kiromiyyah saya tidak menyebutkannya karna saya khawatir terlalu
panjang.meskipun sebenarnya yang saya sebutkan ini sudah sedikit panjang namun
sebenarnya tak pantas saya sebutkan karna ini adalah kitab kecil dan
ringkastapi saya yakin apa yang saya sebutkan ini pasti berguna seperti dapat
memberikan sebuah pengetahuan pada seorang pelajar tenteng pendapat pendapat
yang menyimpang dari jalan yang benar, karna jika tak mengetahuinyanya mana
mungkin bisa menghindarinya seperti yang disebutkan dalam sebuah sya'ir
عرفت الشرلا للش ~ ر لكن لتوقيه
ومن لا يعرف الشر ~ من الناس وقع فيه
artiya :
aku
mengetahui keburukan bukan untuk aku lakukan tapi agar aku bisa menghindarinya
barang siapa
tidak mengetahui keburukan, pasti akan terjerumus kealamnya
meskipun
orang orang muslim terpecah belah menjadi beberapa golongan yang sangat banyak,
namun akan tetap ada yang benar, karna nabi SAW bersabda :
لا تزل من امتى طائفة منصورين لا يضرهم من خدل هم حتى تقوم الساعة -
روه ابن ماجه
artiya : akan selalu ada golongan dari umatku
yang selalu diberi pertolongan dan tidak ada yang bisa menyakitinya sampai hari
kiamat (HR. imam ibnu majah).
oleh
karna itu munculah nama ahlussunnah wal jama'ah bagi orang orang yang selalu
mengikuti sunnah nabi dan para shahabat dalam masalah aqidah amaliyah dan
akhlak , mereka yang akan selalu berada pada jalan yang benar.
dari
golongan orang orang ahlussunnah wal jama'ah tersebut ada yang tersibukkan
mencari hujjah dan dalil yang bersifat aqliyah dan naqliyyah dalam masalah
keyakinan agar bisa mematahkan keyakinan orang orang yang tidak sepaham, mereka
yang diseut mutakallimin atau ahli kalam.
NB : yang dimaksud dengan kalam disini adalah
sebuah ilmu yang mampu memunculkan sebuah aqidah agama berdasarkan dalil aqli
dan
ada juga yang sibuk dengan ilmu ibadah, transaksi, pernikahan, fatwa hal hal
yang berhubungan dengan had, jihad (perang), atau memerdekakan budak. merekalah
yang disebut dengan "fuqoha' atau ahli fiqih"
NB : fiqih adalah ilmu mempelajari hukum
hukum syariat yang diambil dari dalil dalil yang bersifat tafsili atau perinci.
ada
juga yang sibuk dengan mengumpulkan hadis hadis nabi sekaligus membeda bedakan
antara shohih, marfu', mauquf, muttasil,dan munqoti'nya sebuah hadis (istilah
dalam ilmu mustholah). mereklah yang disebut dengan muhaddisin atau ahli hadist
NB : hadis adalah hal hal yang dinukil dari
nabi baik berupa ucapan, pekerjaan, atau pengakuan nabi.
ada
juga yang sibuk memperbanyak melakukan amal sholih seperti melakukan kewajiban,
kesunnahan, membersihkan hati dari ahlak yang tercelaseperti sombong, bangga
diri riya' dan hasud begitu juga dengan menghias hati dengan ahlak ahlak yan
terpuji seperti rendah diri, ikhlas, berbaik sanggka pada allah . merekalah
yang disebut sufiyyah atau ahli taswwuf nama ini (sufiyah) berbeda dengan nama
nama yang lainnya, nam yang lain disesuaiakan dengan kesibukannya masing masing
seperti tadi nama muhaddisin karna kesibukan mereka mengumpulkan hadis dan juga
ahli fiqih karna mereka sibuk dengan fiqih.
namun
berbeda dengan nama suffiyyah, nama suffiyyah diambil karena untuk menyesuaikan
dengan baju yang mereka kenakan, karena saat orang sufi tersibukkan dengan
hal-hal yang saya sebutkan di atas, mereka tidak sempat mengenakan atau mencari
baju yang pantas untuk digunakan akhirnya mereka menerima baju-baju yang jelek.
yaitu baju yang ditenun dari bulu domba (almansuhah min suufi ghonam) akhirnya
muunculah kata "suufi" dari kata tersebut.
ada
yang mengatakan seseorang dikatakan tasawuf ketika memakai baju tersebut.
kemudian kata tasawwuf lebih sering dikgunakan untuk orang yang menyiapkan
bekal untuk akhiratnya, meninggalkan hiasan dunia dan kenikmatannya. orang yang
seperti ini bisa dikatakan ahli tasawwuf.
seorang
ahli sejarah yang terkenal dengan nama abdurrahman bin kholdon yang termasuk
ulama' abad 8 hijriyah, beliau berkata dalam kitabnya "al-mukaddimah"
: "fiqih yang digali dari dalil syar'i pasti menimbulkan banyak perbedaan
antara para mujtahid (orang yang mengerahkan kemampuannya untuk memperoleh
hukum syari'at) dan itu disebabkan karena berbeda-bedanya penemuan yang mereka
temukan (kuat dan lemahnya) atau kerena dalil dan cara berfikir mereka. perbedaan
pasti terjadi karena adanya delapan penyebab, dalam artian setiap perbedaan
akan timbul dari delapan hal berikut :
1. adanya kesamaan dalam segi lafadz dan
makna
2. penggunaan arti hakikat dan majaz
3. bentuk lafadz berupa tarkib dan tidak
4. berupa lafadz yang khos dan am
5. merupakan dalil yang diriwayatkan dan
dinukil
6. berijtihad dalam hukum yang tidak ada
dalilnya
7. berupa dalil yang menaskh (menghapus) atau
dinaskh (dihapus)
8. dalil menunjukan keperbolehan atau
kebebasan
tambahan : nadzor adalah berfikir yang bisa
menyampaikan seseorang pada apa yang dituju atau mengatur sesuatu yang
diketahui agar bisa mengetahui sesuatu yang belum diketahui.
perbedaan
ini semakin meluas dalam agama, orang-orang islampun terpecah menjadi beberapa
kelompok karena memang berbeda-bedanya madzhab. pada saat tersebut golongan
orang-orang yang bertaqlid memiliki kebebasan untuk mengikuti siapapun yang
mereka inginkan dari para mujtahid dan keperbolehan menanyakan permasalahan
permasalahan apapun pada mereka.
saat
urusan madzhab berakhir pada empat imam, yaitu imam abu hanifah, imam malik,
imam syafi'i, dan imam ahmad bin hambal yang semuanya memiliki derajat yang
tinggi maka seseorang hanya boleh memiliki salah satu dari mereka berempat.
kemudian empat madzhab ini menjadi dasar atau inti dalam beragama yang akhirnya
munculah perbedaan atau khilaf di antara kelompok yang berpegang teguh pada
empat madzhab ini. khilaf yang terjadi hanya bekisar dalam masalah nas-nas
syariat. mereka-pun saling berfikir untuk mentashih atau membenarkan pendapat
imam mereka masing-masing dan menjadi hujah atau dalil dari pendapat mereka.
sebenarnya
masih ada madzhab lain selain madzahibul arba'ah, hanya saja kekurangan
pembukuan secara sempurna dalam bab-bab fikih menyebabkan tidak diketahuinya
keberadaan mereka.
sudah
diketahui bahwa empat imam ini juga memiliki kemampuan dalam bdang ilmu yang
lain, seperti akidah, ilmu tafsir dan amaliah yang lain. hal ini sudah sangat
jelas sekali bagi mereka yang mau membaca sejarah beliau seperti yang
dijelaskan imam ghozali dalam kitab ihya'-nya. namun beliau semua lebih
tersibukkan dengan ilmu fikih, karena pada masa beliau ilmu fikih yang paling
diutamakan dan tidak adanya nas yang sangat jelas untuk menjawab segala
permasalahan yang terjadi. sedangkan permasalahan-permasalahan baru dalam
masalah ibadah atau yang lainya selalu saja terjadi dan bertambah. dan tidak
semua orang bisa menggali hukum dari sebuah dalil. seandainya hal itu
dibiarkan, apa yang akan terjadi pada mereka ? mereka tidak akan bisa menemukan
jawaban dari setiap permasalahan yang mereka alami
namun
pada waktu itu juga tertjadi kebidahan dalam masalah aqidah dan permasalahan
lainnya namum tidak sampai menyebar kesegala penjuru dan tidak terlalu besar.
tambahan :
·
hawa menurut bahasa adalah
kesenangan namu kemudian oleh syara' dijadikan istilah kecondongan hati pada
apa yang mencocokinya kemudian dalam ilmu aqidah dijadikan istilah aqidah yang
dimiliki oleh seseorang namu tidak diambil dari dalil syar'i atau dalil aqli
tapi diambil dari kata hati atau kecondongan hati
·
syaror menurut bahasa adalh api
yang beterbangan namun penyeutan memakai majaz istiaroh karna menyerupakan
bid'ah dan hawa nafsu dengan api
dan
setelah masa empat imam ini kebidahan semakin bertanbah kuat dan semakin
menyebar hingga terjadi pertumpahan darah dan kerusakan diberbagai negara
akhirnya para pemuka agama dari para pengikut madzahibul arba'ah bertindak
untuk melakukan pencegahan dan penolongan dengan menegakkan aqidah aqidah yang
dilakukan oleh salafus sholeh yaitu para sahabat, tabi'in serta para
pengikutnya
dan pada akhirnya urusan ini berakir pada dua
v imam abu
hasan al asy'ari
v abu mansur
al maturidi
abu
hasan al asy'ari adalah imam yang menegakkan sunnah sunnah nabi, pemimpin
ulama' ahli kalam . beliau berasal dari keturunan ali bin isma'il bimn abi
bassyar ishaq bin salim bin isma'il bin abdillah bin musa bin bilal bin abi
bardah bin abi musa al asy'ari. nama asli abi musa adalah abdullah bin qois
shahabat rasulullah
abu hasan al asy'ari
beliau
dilahirkan pada tahun 260 H.sebagian riwayat mengatakan beliau selama 20 tahun
sholat subuh memakai wudlu sholat isya' (tidak pernah tidur) dan dalam setahu
beliau hanya berbekal 17 dirham
imam
ibnu katsir berkata : al istadz abu ishaq al iskiroyani berkata : saat aku
berada disamping abu hasan albahili aku merasa diriku bagaikan setetes air yang
menetes kedalam lautan. aku juga mendengar abu ishaq berkata : : saat aku
berada disamping abu hasan al asy'ari aku merasa diriku bagaikan setetes air
yang menetes kedalam lautan. al qodhi albaqqilani berkata : perilakuku yang
paling baik adalah saat aku bisa mengerti apa yang dikatakan oleh abu hasan al
asy'ari
imam
ibnu subki berkata : barang siapa ingin mengetahui keagungan imam al asy'ari
dan ingin mencintai beliau sepenuh hati maka hendaklah dia membaca kitab tabyin
almuftari yang dikarang oleh alhafidz abil qosim bin asakir, kitab ini termasuk
kitab teragung, terbaik, dan terbesar manfaatnya. bahkan ada yang mengatakan :
seseorang tidak bisa dikatakan ahli fiqih yang sebenarnya sampai dia bisa
mengerti kitab tabyin almuftari
abu mansur almaturidi
beliau
berasal dari keturunan muhammad bin muhamad bin mahmud yang bermadzhab hanafi,
sebagian orang menyebut beliau maturidi namun sebagian yang lain menyebutnya
maturiti
maturidi
atau maturiti adlah sebuah tempat atau desa yang berda di daerah samarkondi.
beliau
memiliki julukan imamul hadi, beliau yang membantah golongan mu'tazilah orang
orang yang selalu melakukan kebidahan pada saat melakukan perdebatan dan
percakapan denganmereka sampai akhirnya mereka semua terdiam
imam
asy'ari dan imam almaturidi inilah yang paling menolak dan palig mencegah
adanya perubahan dalam aqidah dan amaliyah yang telah diajarkan oleh pengikut
madzahibul arba'ah karna beliau mengerti bahwa apa yang di ajarkan oleh empat
imam madzahibul arba'ah pasti mengikuti ajaran nabi dan para sahabat
imam
abu hasan al asy'ari dalam bidang ilmu fiqih mengikuti madzhab imam syafi'i
(seorang mujtahid abi abdillah muhammad bin idris as syafi'i), sedangkan imam
abu mansur al maturidi mengikuti madzhab hanafi (abu hanifah an nu'man bin
tsabit)
akhirnya
beliau berdua memperoleh pangkat yang tinggi disisi orang orang hingga mereka
semua berperasangka baik pada beliau dan menganggap cukup dengan semua pendapat
beliau dan akhirnya dari golongan orang orang mengikuti beliau terbagi menjadi
dua kelompok
·
kelompok asy ariyyah
·
kelompok maturidiyyah
dua
golongan ini yang akhirnya terkenal dikalangan orang orang muslim dengan
sebutan ahlussunnah wal jama'ah. nama ini dibuat karna untuk membedakan antara
golongan asy ariyyah dan maturidiyah dengan golongan golongan mu'tazilah dan
golongan ahli bid'ah lainnya
dan
karna golongan ahli hadist dan ahli tasawwuf tidaklah berbeda dengan golongan
asy'ariyyah dan maturidiyyah maka mereka juga termasuk golongan ahlussunnah wal
jama'ah.
siapa
ahlussunnah wal jama'ah ?
syeh
samsuddin muhammad ar ramli dalam kitabnya nihayatul muhtaj syrah minhaj,
beliau berkata :ahli bid'ah adalah orang yang memiliki aqidah berbeda dengan
aqidah yang dimiliki oleh ahlussunnah wal jama'ah, aqidah ahussunnah wal
jama'ah adalah apa yng diajarkan oleh nabi SAW, shahabat, tabi'in serta para
pengikutnya, yang dimaksud dengan ahlussunnah pada zaman akhir ini adalah abu
hasan al asy'ari, abu mansur al maturididan para pengikutnya yaitu para ulama'
yang lain al allamah as sayyid muhammad bin muhammad al husaini yang terkenal
dengan nama murtadhozzabidi dalam fasal kedua dari muqoddimah syrah kitab
quwaidul aqoid minal ikhya' beliau berkata : ketika disebutkan ahlussunnah wal
jama'ah maka yang di maksud adalah golongan ulama' asyari dan maturidi
as
syeh ahmad bin musa al khoyali dalm hasiyah syrah aqoid yang dikarang oleh imam
najmuddin umar bin muhammad, beliau berkata : golongan asy'ari adalah
ahlussunnah wal jama'ah dalam artian ketika disebutkan ahlussunnah wal jama'ah
maka yang dimaksud hanya golongan asy'ari saja. ini adalah pendapat yang
masyhur di yarhurasan (afgsnistan), iraq, syam dan mayoritas negara islam
lainnya
berbeda
dengan di diyyar (suatu daerahh yang berada di belakang bengawan jaihun yang
berada di khowarizmi afgaistan) ketika disebutkan ahlussunnah wal jama'ah maka
yang di maksud adalah golongan maturidi yaitu para pengikut imam abu mansur.
imam
alkustuly dalam khasiyah syrah aqoid beliau berkata : yang mashur di
diyarhurosan, iraq, syam, dan mayoritas negara lainnya yang dimaksud dengan
ahlussunnah wal jama'ah adalah golongan asy'ariyyah yaitu para pengikut imam
abu hasan al asyari
imam
abu hasan al asyari adalah orang yang pertama kali menyimpang dari ajaran abu
ali al juba'i (guru besar mu'tazilah)dan beliau berhenti tidak mengikuti semua
pendapatnya dan memilih jalan sendiri yaitu jalan yang ditempuh oleh nabi dan
para shahabatnya.
ilmu
yang pertma kali dipelajari oleh beliau adalah ilmu kalam itupun beliau peljari
dari syeh aljuba'i namun akhirnya beliau tidak lagi menimba ilmu kepadanya dam
keluar dari mu'tazilah. dan itu beliau umumkan didepan semua orang. pada hari
jum'at beliau naik keatas mimbar dan berkata sambil berteriak : barang siapa
mengetahuiku maka dia telah mengenalku namun yang belum mengetahuiku maka
ketahuilah aku adalh orang dari anak seseorang aku dulu mengtakan bahwa al
qur'an adalah mahluk aku juga mengatkan allah tidak bisa dilihat dengan mata
disurga nanti aku juga mengatakan
seorang hamba bisa menciptakan perbutannya sendiri tapi ingatlah sekarang aku
telah bertaubat, aku keluar dari mu'tazilah dan aku akn menetang mereka,
akhirnya beliaupun menetang mereka dan mengrang sebuah kitab yang menjelaskan
tentang kesesatan mereka diantara cerita yang sudah terkenal tentang
terkalahkannya mu'tazilah adalah perdebatan imam abu hasan al asy'ari dengan
abu ali al juba'i, pada saat itu yang diperdebatkan adalah masalah tentang tiga
orang yang mati, yang pertama mati dan tergolong orang yang taat, yang kedua
mati dan tergolong ahli maksiat, yang ketiga mati dalam keadaan masih kecil.
imam asy'ari berkata pada al juba'i :"
apa pendapatmu tentang mereka bertiga".
aljuba'i menjawab : "yang pertama dibalas
surga, yang kedua disiksa dineraka, dan
yang ketiga tidak di masukkan surga dan juga tidak disiksa".
imam asy'ari berkata : "seandainya orang
yang ketiga berkata : wahai tuhanku mengpa
engkau mencbut nyawaku padahal aku masih kecil, seandainya engkau membiarkanku tetap hidup maka aku
akan taat kepadamu sehingga engkau bisa memasukkan
ku kedalam surga. apa yang akan dikatakan oleh tuhan".
al juba'i menjawab : "tuhan akan
mengatakan :aku lebih tau dari pada engkau, seandainya
engkau aku biarkan tetap hidup dan tumbuh besar, engkau akan bermaksiat dan akan masuk neraka, oleh
karna itu inilah yang terbaik untukmu.
imam asy'ari berkata : seandainya
orang yang kedua berkata : wahai tuhan ku mengpa
engkau tidak mencabut nyawaku pada saat aku masih kecil sehingga aku tidak akan berada dalam neraka ?. apa
yang akan dikatakan oleh tuhan ?".
al juba'i merasa bingung dan imam al asy'ari
pergi meninggalkannya.
dan
akhirnya beliau imam asy'ari dan parapengikutnya sibuk untuk memathkn semua
pendapat mu'tazilah dan beliau lebih memilih mengikuti golongan besar seprti
yang dikatakan oleh nabi
di
beberapa peumahn yang berada dibelakang bengawan jaihun terdapat sebuah
pebdapat yang mashur yaitu ketika disebutkan ahlussunnah wal jama'ah maka yang
dimaksud adalah golongan maturidiyah yaitu para pengikut abu mansur al maturidi
antara dua golongan ini terdapat perbedaan
kecil disebagian permasalahan dasar seperti masalah takwi, istisna' dan masalah
imannya sseorang yang bertaqlid
dalam
permasalahan takwin golongan asy'ariyah dan maturidiyyah mamperselisihkan
haqiqat sebenarnya, apakah takwin yang benar benar mewujudkan atau bukan ?
golongan maturidiyyah mengatakan : semua
sifatul af'al seperti menciptakan, memunculkan, memulai permulaan, memberi
rizqi, menghidupkan, menbinassahkan, dan lain lain selain qudroh
(kuasa)semuanya kembali pada satu sifat azali yatu takwin, namun takwin
bukanlah yang mewujudkan
golongan
asy'ariyah mengatakan : sifat takwin tidaklah perinci, tapi sifat uqdroh yang
masihmelihat ta'alluqnya dengan ubungan tertentu contoh seperti menciptakan,
menciptakan adalah qudroh karna melihat ta'alluqnya dengan mahkluk, memberi
rizki termasuk sifat qudroh karna melihat hubungannya dengan menyamoaikan rizki
dalam
permasalahnan istisna' dua golongan ini uga berbeda seandainya adaorang
mengatakan sya beimann insya allah, menurut golongan asy ari perkataan sperti
ini diperbolehkan sedangkan golonsgn maturidi tidak memperbolehan.
dan juga dalam masalah imannya sesseorang
yang bertaqlid, para ulama' pun berbeda pendapat dalam permasalahan ini
imam
abu mansur al maturidi mengatakan : oarang awam juga termasuk orang yang
beriman dan engetahui tuhannya, mereka juga akan menjadi penghuni surga seperti
yang diterangkan dalam hadist. karna dalam permasalhan iman, intitnya seseorang
tersebut meyakini keesaan allah, allah maha dahulu dan meyakini bahwa yang
selain allah merupakan sesuatu yang hadist (baru). hanya saja mereka tidak bisa
mengibaratkannya dengan istilah istilah yang ada dalam ilmu tauhid, keterangan
ini uga ditulis oleh imam albajuri dalam kitab tuhfatul murid
imam
al asy'ari bersama al qodi abu bakar al baqillani dan orang orang yang sepaham
dengan beliau berpendapat wajibnya ma'rifat pada allah, tidal cukup hanya
dengan bertaqlid saja namun apakah orang yang bertaqid ini dikatakan orang
mukmin yang bermaksiat atau tidak, ini masih diperselisihkan, karna orang
tersebut meninggalkan kewajibannya yang berupa makrifat, karna dengan makrifat
inilah orang tersebut bisa mendapatkan pandangan yang benar,atu mukmin yang
tida bermaksiat, kecuali ketika orang tersebut memiliki keahlian untuk bisa
menemukan pemahaman yang benar. atu malah sama sekali tidak tergolong mukmin
imam tajuddin assubki berkata dalam qosidah
nuniyyah :
ما ان يكفر بعضهم بعضا ولا = ادري عليه وسامه بهوان
الا الذين بمعزل عنهم فهم = فيه تحت عنهم الفأتان
هذالاالصواب فلا تظنن غيره = واعقد عليه بحنصر و بنان
syeh
tajuddi asubki dalam kitab syarah aqidah imam imam ibnu hajib, beliau berkata :
ketahuilah bahwa ahlussunnah wal jama'ah sepakat atau sama dalam satu keyakinan
tentang masalah sifat wajib, sifat jaiz dan sifat muhal bagi allah, para rasul
dan para malaikat meskipun cara dan ilmu dasar mereka berbeda atau sudut
pandang dan alasan yang sedikit berbeda.
tanbahan : lafadz لمية merupakan nisbat dari kata لِمَ (lam huruf jer dan mim
istifham yang dibuang alifnya)seperti yang dikatakan oleh imam as shoban
syeh
al malawi dalam syarah sulam munawarok beliau berkata : burhan atau dalil
terbagi menjadi dua, salah satunya adalah dalil yang bersifat limiyyah atau
sebab yatu dalil yang mana haddul wasat menjadi alasan disandarkannya hadddul
akbar pada haddul asghor dalam hati dan kenyataannya
contoh : zaid wajahnya pucat, orang pucat
pastu terkena demam, berarti zaid sedang demam. pucat menjadi alasan
disandarkan nya hukum demam pada zaid
dan
dalil ini diberi nama dalil limiyyah karna menimbulkan arti faedah dan karna
bisa menjadi jawaban dari sebuah pertanyaan lima kana kadza (bagaiman bisa
seperti ini ?)
tambahan : dalil istiqro' adalah penelitian
terhadap bagian suatu benda untuk menghukumi sesuatu yng dikandung oleh bagian
tersebut. inilah pengertian yang diterangkan oleh imam ghozali dalam itab al
mustasfa
secara
global ahlussunnah wal jama'ah setelah kai teliti terbagi menjadi 3 golongan :
1.
ahli hadist
ahli
hadist bertendensi pada dalil dali yang bersifat sam'i seperti al qur'an,
hadist dan ijma'.
hadist adalah hal hal yang dinukil dari nabi
SAW baik berupa ucapan, perbuatan atau pengakuan
ijma'
adalah kesepakatan para mujtahid dalam permasalahan apapun yang terjadi setelah
waftanya nabi SAW
2.
ahli nadzor (ahli berfikir dan membuat pemikiran)
mereka
adalah golonga asy ariyah dan
hanafiyyah, guru besar golongan asy ariyyah adalah abu hasan al asy ari
sedangkan guru besar hanafiyyah adalah abu mansur al maturidi. namun mereka
sepakat mengenai dasar dasar lmu aqli dalam hal hal yang harus dipelajari
seperti beberapa masalah yang masih membutuhkan dalil untuk menetapkannya
mereka
juga sepakat mengenai dasar dasar ilmu sam'i dalam hal hal yang dianggap
mungkin oleh akal dan juga dasar dasar ilmu aqli dan sam'i dalam hal hal yang
lain. merka semua juga sepakat dalam masalah keyakinan kecuali masalah takwin
dan taqlid seperti yang telah dijelaskan
3.
ahlul wijdan dan kasyf (istilah ilmu sufi)
mereka adalah golongan sufiyyah dasar
dasarnya seperti dasar dasar ahli nadzor, pertama menjadi ahli hadist terakhir
menjadi ahli kasyf dan ilham
imam
ibnu subki dalam kitab jam'ul jawami' beliau berkata : munculnya sesuatu di
dalam hati yang mampu membuat hati merasa dingin. dan ini di berikan oleh allah
kepada orang orang yang telah dipilihnya, namun ilham tidak bisa dibuat hujjah
karna tidak bisa dipercayainya seseorang yang tidak ma'sum (orang yang dijaga
oleh allah dari segala dosa) atas segal sesuatu yang terlintas dalam hatinya
tambahan : ma'sum adalah orang yang dijaga
oleh allah dari segala dosa dan kemaksiatan seperti para nabi syeh az zabidi
berkata : al wijdan al ilhami adalh perolehan sebuah ilmu namu hanya
terkhususkan bagi orang oerang yang bisa menemukannya
perlu
diketahui bahwa imam alasy'ari dan imam al maturidi tidak membuat pendapat baru
adau madzhab mereka sendiri namum beliau hanya menetapkan atau menguatkan
madzhab ulama' salaf seperti para shahabat, tabi'in dan para pengikutnya beliau
berdualah yang akan selalu menolak dan selalu menanggulangi hal hal yang tidak
benar dengan apa yang diajarkan oleh para shahabat dan para pengikutnya
imam abu hasan al asy'ari lebih mendalami nas
nas madzhab syafi'i dan maliki beserta hukum hukum yang di dapatkan dari nas
nas tersebut. sedangkan imam al maturidi lebih memilih untuk mendalami nas nas
madzhab hanafi dan hukum yang dimunculkan dari dalil tersebut
dan nas nas itulah yang terdapat dalam 5
kitab :
·
al fiqhul akbar
·
ar risalah
·
al fiqhul absath
·
kitahbul ilmi wa muta'allim
·
al wasiyyat
perna suatu ketika abu hasan al asy ari dan
abu mansur al maturidi mengjak orang orang yang senang melakukan kebidahan dan
kesestan untuk berdebat sampainya akhirnya orang orang tersebut tida bisa
berbicara dan tidak bisa menjawab, merekapun akhhirnya kalah dan terpecah belah
inilah haqiqat jhad yang sebenarnya seperti
yang di jelaskan ole syeh murtadozzabidi penisbatan pada imam asy'ari dan imam
maturidi sehingga menjadi asy ariyyah dan maturidiyyah hanyalah sebuah ungkapan
bahwa dua imam inilah yang telah mengikat semua ajaran ulama' salaf dengan
secarik kain
tambahan :
Ø penyerupaan
hal hal yang telah dielaskan oleh imam asy ari dan imam maturidi mengenai dalil
ajaran ulama' salaf dengan mengikat secarik kain hanya karna dalam segi tidak
bisa terbengkalai dan hilangnya apa yang telah mereka ajarkan
Ø an nithoq
adalah sepotong kain yang dipakai oleh seorang wanita yang digunakan untuk
mengikat perutnya, bagian ujung atas dan ujung bawahnya dibiarkan memanjang
sampai menyentuh tanah dan juga tidak mempunyai hujjai naifaq dan tempat untuk
dua kaki, hujjah adalah tempat iakt pinggang (sabuk), naifaq adalah tempat yang
sedikit lebar yang terdapat pada celana
abu
hasan dan abu mansur sangat tegas dalam dalam mengeluarkan dalil dan bukti
tentang kebenaran ajaran ulama' salaf, dan untuk orang orang yang mengikuti
beliau dalam segi cara dan dalilnya di sebut asy'ariyah dan maturidiyyah
al
izzudddin bin abdussalam menyebutkan bahwa aqidah aqidah abu hasan al asy'ari yang
disepakati oleh golongan syafi'iyyah, malikiyyah, hanfiyyah dan dan tokoh tokoh
madzhab hambali untuk selainnya masih belum mensepakati aqidah ini
apa
yang di sebutkan oleh syeh izzuddin bin abdus salam ternyata juga di setujui
oleh ulama; samasa beliau seperti guru besar madzhab maliki pada saat itu yaitu
abu amr bin hajib dan juga guru besar madzhab hanafi yaitu syeh jamaluddin al
hushoiri. dan apa yang dikatakan oleh syeh izzuddi bin abdus salam ini ternyatta
diakui oleh imam taqiyuddin as subki dalam keterangannya yang telah dinukil
oleh putra beliau yang bernama at tajussbki dan yang telah dikatakan oleh syeh
abdillah al mayuriqi yang telah disebutkan tadi dalam kalam syeh az zabidi yang
tertulis : ahlussunnah itu dari golongan malikiyyah, syafi'iyyah dan mayoritas
hanafiyyah namun mereka semua menolak hal hal baru yang menyesatkan dengan
dalil dalil abu hasan al asy ari dan berhujjah dengan hujjah beliau abu
hasanbukan lah orang pertama kali yang berbicara atas nama ahlussunnah namun
sebenarnya beliau hanya berjalan mengikuti ulama' sunnah sebelum beliau atau
karna pembelaan belaiu terhadap madzhab imam malik dan imam syafi'i
kemudian
beliau menambah madzhab hany sebagai hujjah atau penjelasan, beliau tidak
membuat pebdapat yang bersumber dari beliau sendiri atau sebuah madzhab sendiri
yang berbeda dengan yang lain
apakah
kalian tau bahwa madzhab orang orang madinah dinisbatkan pada imam malik,
sehingga barang siapa mengikuti madzhab orang orang madinah maka dia bisa
dikatakan golongan malikiyyah padahal imam malik hanya berjalan mengikuti
ulama' ulama' sebelum beliau hanya saja saat beliau menambah madzhab yang
tujuannnya hanya sekedar untuk menjelaskan saja, akhirnya madzhab itu
dinisbatkan pada beliau. begitu juga imam abu hasan al asy'ari, sama seperti
beliau.
abu hasan al asy ari dalam penbelaan madzhab
ulama' salaf yang beliau sampaikan tidaklah lebih banyak atau keluar dari
penjelasan madzhab ulama' salaf
syeh
abdillah al mayuriqi pernah menghitung kelompok besar dari para pemimpin
madzhab maliki ternyata mereka jug mengunakan madzhab asy ari dalam menolak dan
menanggulangi terjadinya kesesatan bahkan mereka membidahkan orang orang yang
berbeda dengan beliau
syeh
at tajus subki mengatakan : golongan malikiyah adalah golongan yang paling
khusus dengan asy ariyyah karna kami tidak pernah mengetahui orang malkiiyyah
yang tidak asy ariyyah, untuk selain malikiyyah banyak yang lebih kemu'tazilah
da golongan orang orang yang menyerupakan allah dengan makhluk. meskipunsaya tau bahwa golongan seperti ini adalah golongan
terbodoh
tambahan : ar roa' adalah pemuda pemuda bodoh
at toghom : orang orang rendahan yang hanya memperdulikan perutnya
saja
imam ibnu asakir
menyebutkan dalam kitabnya yang berna ma tabyinil muftari bahwa imam abul abbas
al hanafi yang dikenal dengan sebutan qhodil askar yang termasuk imam madzhab
hanafi dan juga tergolong ulama' terdahulu dalam ilmu klam pernah mengatakan: saya
pernah tahu kalau memang abul hasan al asyari ini memiliki banyak itab dalam
fan ini (usuluddin) yang jumlahnya hampir seratus kitam diantaranya kitab
mujazul kabir yang isinya secara umummencakup semua isi dari kitab beliau yang
lain beliau mengaang semua kitab ini karna intu mengoreksi pendapat mu'tazilah
karna beliau sendiri dulu berkeyakinan sam adenganmereka bahkan berada dalam
golongan mereka namun allah menunjukkkan kesesatan mu'tazilah pada beliau dan
beliau akhirnya memilih untuk berpisah dari mereka dan membuang semua keyaknan
yang beliau dapatkan dari mereka namun kemudian beliau mengarang kitab dengan
tujuan membantah semua tuduhan atau ajaran ajaram mereka, sampai akhirnya
mereka kehabisan hujjah dan kalah
mayoritas pengikt
madzhab syafi'i setuju dengan apa yang telah ditetapkan olh imem al asy ari
bahkan mereka mengarang banyak kitab yang menjelaskan kesamaan pedapatmereka
dengan pendapat abu hasan
imam at tajus
sbki mengatakan aku pernah mendenga ayahku taqiyuddin as subki mengatakan
"aqidah yang dimilki oleh imam at thohawi sama dengan aqidah yang dimiliki
oleh asy'ari hanya berbeda dalam tiga permasalahan syeh almurtadozzabidi
mengatakan imam abii ja'far at tohawi al hanfi
wafat di mesir pada tahun 331 H dan itu adalah masa hidupnya abu hasan
al asy ari dan abu mansur al maturidi beliau imam asy ari wafat pada tahun 324
H sedangkan imam maturidi wafat pada tahun 333 H.
tambahan : nama a subki adalah hasil dari sebuah penisbatan pada
salah satu daerah atau desa yang ada di mesir akhirnya imam taqiyyuddin ali bin
abdil kafi selaku pengarang kitab takmilah syarah muhadzab dan juga putra
beliau tajjuddin abu mansur abdul wahab yang kitab jam ul jawami' dan syeh
baha' uddin pengarang kitab urusul afrah, dinisbatkan pada daerah tersebut
imam at tajuddin as subki mengatakan : saya tau bahwa semua
madzhab maliki adalah pegikutt asy ariyah tidak satupun yang tidak, madzhab
syafi'i mayoritas asy ariyyah karna sebagian kecil dari madzhab syafi'i lebih
memilih untuk menjdi ahli tajsim yaitu goongan yang berpendapat allah memiliki
jisim dan sebagian kecil lainnya memilih kemu'tazilah. madzhab hanafi mayoritas
asy ariyah dalam artian madzhab hanafi juga meyakini akidah yang dimilii imam
asy ari saya mengtakan seperti ini karna di awal tadi telah say sebutkan bahwa
madzhab hanafi menikuti ajaran maturidi namun karna asy ariyah dan maturidiyah
sama, hanya berbeda dalam 3 halseperti yang telah saya sebutkan maka bolehlah
kita katakan madzhab hanafi mayoritas asy ariyah namun juga ada sebagian orang
pengikut madzhab hanafi yang masuk dalam golongn mu'tazilah namun dalam madzhab
hanafi mayoritas tokohnya pengikut madzhab asy ariyah yang meyakini aqidah
aqidah asy ari namun dalam madzhab hambali juga ada yang mengikuti golongan
ahli tajsim dan ahli tajsim terbanyak dan terbesar dari golongan hambali
No comments:
Post a Comment